Cerpen : Batu Ajaib dari Sembalun
By
: Husain Umar Abdurahim
Untuk semua umur dan umum
Tokoh Utama :
Subhan
Umur : 29 tahun
Pekerjaan : Guru, anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit putih, rambut
jabrik, kuat mental, serta kreatif
Tokoh Pemain :
Kesya
Umur : 20 tahun
Pekerjaan : Mahasiswi, anggota CooL (Community of
Love)
Ciri dan Watak : Badan ramping, kulit kuning
keputihan, rambut pony sepinggang berwarna
cokelat, pintar, suka berbagi
cokelat, pintar, suka berbagi
Ko Andi
Umur : 28 tahun
Pekerjaan : Perancang model sol sepatu, ketua CooL
(Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit kuning,
rambut spike, suka bercanda namun tahu
diri
diri
Pak
Henky
Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Pembisnis, anggota CooL (Community of
Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit kuning,
rambut spike, suka bercanda namun tahu
diri
diri
Nadya
Umur : 18 tahun
Pekerjaan : Perancang batik, pendukung anggota CooL
(Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan ramping, kulit putih, rambut
berwarna cokelat, imut, dan telaten
Nathanael
Umur : 17 tahun
Pekerjaan : Siswa SMA, anggota CooL (Community of
Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit kuning,
rambut spike, suka bercanda namun tahu
diri
diri
Kak
Eva
Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Mahasiswi, anggota CooL (Community of
Love)
Ciri dan Watak : Badan ramping, kulit putih, rambut
berwarna cokelat, hidung agak
mancung, dan humoris
mancung, dan humoris
Status : Protagonis
Marisca
Umur : 18 tahun
Pekerjaan : Anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit putih kemerahan, rambut hitam, hidung agak pesek,
dan imut
Pekerjaan : Anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit putih kemerahan, rambut hitam, hidung agak pesek,
dan imut
Husain
Umur : 19 tahun
Pekerjaan : Calon anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit kuning, putih kemerahan, rambut pony, hidung agak mancung,
pendiam, serta jago hiking
Pekerjaan : Calon anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit kuning, putih kemerahan, rambut pony, hidung agak mancung,
pendiam, serta jago hiking
Bang Iwan
Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit merah, rambut agak jabrik, kuat, gagah, namun bijaksana
******
Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit merah, rambut agak jabrik, kuat, gagah, namun bijaksana
******
Cerita ini adalah fiksi untuk suatu ilustrasi cara didikan cinta akan kasih Tuhan, bedasarkan sifat cara
pengajaran Firman Tuhan yang sesuai realita.
Chapter 1
Menginap di Desa Sembalun
Pada
waktu siang harinya, tepat pada tahun 2019, hari minggu, sehabis perjalanan
lewat udara atau naik pesawat, teman-teman komunitas langsung menaiki sebuah
kendaraan truk Elf yang telah
disediakan oleh pihak sponsor pendukungnya “Vruuummm....”, dengan perbekalan barang
bawaan yang lengkap, sama halnya seperti kegiatan mendaki gunung, di saat
memasuki desa Sembalun, mereka ini mesti melewati jalanan yang berliku-liku
tajam dan terjal ini, dibalik itu semua banyak semua pemandangan pepohonan yang
cukup lebat dan banyaknya pula kehudipan populasi seekor hewan yang cerdas ini,
kera atau lutung yang sedang berakrobat keberbagai macam pepohonan “Uuu...,
aaa..., uuu..., aaa....”. Usai itu semua, sorenya kumpulan komunitas ini
diberikan tempat penginapan di dalam sebuah rumah warga desa Sembalun yang
cukup besar dan lega.
Ucapan
syukur Subhan “Puji Tuhan...!, usai melewati perjalanan yang curam dan
berliku-liku, kami bebas menikmati penginapan yang berbeda dengan yang
biasanya, hehehe...” sambil nongkrong di teras
Dan
balas Pak Henky “Iya han..., disini jauh lebih berbeda dengan kehidupan yang di
pulau Jawa dan Bali, meskipun mereka terlihat lebih sederhana, disinilah
saatnya misi kita berjalan” sambil membaca alkitabnya
Kejut
Subhan “Waahh..., maksud bapak misi..., misi apa kita, bapak?”
Pak
Henky menjelaskannya “Misi kita, bukan sekedar piknik dan berekspedisi biasa
saja, namun kita juga mesti menginjilkan warga Sembalun tanpa ada sedikitpun
tangan memegang senjata, melainkan dengan kasih rahmat Tuhan....” dengan
menepuk pundaknya
Kemudian
si Subhan pun bertanya “Kalau penginjilan itu..., kapan kita lakukan?”
Dan
jawab Pak Henky “Iya sekaranglah, Subhan... karena kita melaksanakan pendakian
pada lusa selasa sampai dengan jumat, sekarang saatnya kita memasuki penuaian
jiwa-jiwa, seperti pada tahun sebelumnya, 2018, yaa... dengan kita menaburkan
benih-benih rohani yang baik dan benar serta mulia dimata Tuhan, Allah pencipta
kita”
Ujar
Subhan “Baiklah pak, sekarang saya mandi dulu, yaa pak...” sambil berjalan
memasuki rumah penginapannya
Dan
sahut Pak Henky “Oke Subhan, mandi dulu saja....” sambil meminum kopinya
Subhan pergi mandi
kebelakang, pada malam harinya, jam 18:45 malam, muncullah Nadya, Kesya, dan
Husain sehabis refreshing mengitari desa Sembalun dan belanja ke warung membeli
persediaan obat-obatan langsung duduk bersama Pak Henky, di dalam ruang tamu,
ada Kak Andi, Bang Iwan, Kak Eva, dan Marisca sedang bermain musik yang memuji
kebesaran dan kemurahan kasih rahmat Tuhan, terus sedangkan Nathanael, ia
sedang mengambilkan sebuah piring plastik dari tas Career-nya untuk menikmati makan malamnya.
Ujar
Nathanael “Hmm..., makanan sudah siap, kuambil duluan, yaa....” sambil
mengambil sesendok nasi dan sepotong steak daging sapinya, juga sesendok sayur
kangkung
Kemudian
ia memangil teman-temannya untuk makan malam bersama.
Panggilan
dari Nathanael “Hello teman-teman...., saatnya kita makan malam bersama,
yuk...!, ini sudah memasuki waktunya, bro....” memakai pengeras suaranya
Lalu semua teman-temannya pun segera
mengambil makanan, dengan peralatan makanannya masing-masing pada tas Carrer bawaannya “Jklek..., jklek...,
jklek....”, mengantri untuk mengambil jatah makanannya dengan tertib tanpa
serobat-serobot, macam umumnya orang lain, tak lama kemudian semuanya sudah
selesai mengambil makannya, mereka tidak lupa untuk berdoa dulu, dipimpin oleh
Pak Henky.
Titah
Pak Henky “Mari kita mulai dengan berdoa dulu....!” sambil mengadahkan
tangannya
Dan
sahut semuanya “Baiklah pak...” mengadahkan tangannya
Ucapan
doa Pak Henky “Berkat dan damai sejahtera di dalam kuasa ridha Tuhan, Allah
Bapa pencipta yang mencurahkan kasih karunia dan rahmatNya di dalam nama Tuhan Yesus
Kristus, dengan persekutuan syafaat Roh Kudus yang maha hidup, kami diizinkan
oleh kuasaMu, kami menikmati hidangan makanan ini dengan bijaksana, di dalam
nama Tuhan Yesus Kristus, sama-sama mengucapkan.......” suaranya yang fasih
Semuanya
mengucapkan “Amen....” dengan seksama
Usai berdoa mereka bebas menikmati hidangan
makan malamnya dengan damai dan tenang, tanpa ada rasa takut “Nyam....,
nyam...., nyam....”, juga tanpa ada yang bercanda-canda secara berlebihan
apalagi sampai keterlaluan saat melaksanakan agenda makan malam bersama “Blaa.....,
blaa....., blaa.....”, sambil diiringi dengan musik rock yang memuliakan
kebesaran kuasa nama Tuhan yang keren abis dari handphone seseorang
diantaranya, dan lagu rohani kerennya yang diputar oleh mereka sebanyak dua
kali, berupa lagu yang pertama kalinya berjudul Army Of God dan yang kedua kalinya, ialah Api Pentakosta Ketiga :
Now
is the time
You're
people arise
To
be an army
Show
your glory
There
is no one
Who
can stop us
To
take this city
For
your glory
Show
your greatness
And
your power
Give
us the victory
Reff
:
We
are 2x the army of God
Burning
2x the fire of God (Yeah)
We
are 2x the army of God
Burning
2x the fire of God (Yeah)
No
one can stop us now
We
are history makers
we're
gonna take this city
Take
it for you Glory
Lalu
yang kedua kalinya, yakni lagu Api Pentakosta Ketiga dimulai :
Api
pentakosta menyala
Api
pentakosta menyala
Api,
api, api, api, api
Api
pentakosta ketiga
Api
pentakosta menyala
Api
pentakosta menyala
Api,
api, api, api, api
Api
pentakosta ketiga
Usai makan malam
bersama, kelompok komunitas ini segera mengajarkan suatu pengajaran tentang
Firman Tuhan dengan kasih, humanity, dan tanpa ada suatu kekerasan ataupun
paksaan, disanalah cara pengajaran FirmanNya bukan di gereja-gereja macam
umumnya acara ibadah ataupun kerohanian lainnya, melainkan di lapangan yang
terbuka serta bebas menikmati hembusan angin sepoi-sepoi malam hari
“Wuuussshhh....”, bukan hanya sekedar diajarkan Firman Tuhan begitu saja,
melainkan ada suatu permainan yang sederhana namun bermanfaat bagi semua umur
“Blaa...., blaa...., blaa....”, juga ada suatu agenda pembagian sembako untuk
semua warga tempat tersebut, tanpa pandang masyarakat miskin, sederhana, dan
kaya, dan ada pembaptisan pula, bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam
Tuhan karna kesadaran diri pribadi.
Saat acara rohani ini selesai, disini pun
ada acara doa penutupan secara bersama-sama oleh Pak Henky dan teman-teman
komunitasnya :
Doa
penutupan Pak Henky ““Berkat dan damai sejahtera di dalam kuasa ridha Tuhan,
Allah Bapa pencipta yang mencurahkan kasih karunia dan rahmatNya di dalam nama
Tuhan Yesus Kristus, dengan persekutuan syafaat Roh Kudus yang maha hidup, kami
diizinkan oleh kuasaMu, kami mengajarkan FirmanMu kepada penduduk desa Sembalun
ini juga memberi semua korban persembahan kami padaMu, di dalam nama Tuhan
Yesus Kristus, sama-sama mengucapkan.......” dengan tulus hati
Ucap
seluruhnya “Amen.....”
Chapter 2
Berangkat Expedisi ke Gunung Rinjani
Pada lusa hari selasanya, anggota komunitas
ini segera melakukan pemberangkatan expedisi menuju Gn. Rinjani, dengan
persiapan barang bawaannya yang lengkap, juga dengan menaiki kendaraan, berupa mobil
jeep Land Rover warna hitam yang
disewanya sebanyak dua buah “Vruuummm.....”, sambil menikmati betapa indahnya
pemandangan alam disekitar Gn. Rinjani, yakni beberapa banyaknya ladang-ladang
pertanian, hutan pepohonan, dan beberapa pemukiman penduduk Sembalun, juga
padang rumput yang menghijau usai meletusnya gunung ini pada tahun yang lalu. Betapa
indah, cantik, dan ajaibnya ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa di tempat seperti
ini, walau diluar pulau Jawa.
Cakap
Kesya “Wow!, puji Tuhan, pemadangan alam seperti ini belum pernah saya lihat”
menatapkan matanya kepada pemandangan tersebut
Cakap
Subhan pula “Iya benar, cakapmu Kesya, kita kan belum pernah melihat
pemandangan alam yang seindah ini di pulau Jawa...”
Dan tawa bahagia Marisca
dan Nathanael “Wahahai...., iya juga kak...., yang pernah kesini tuh, cuma Ko
Husain saja, kak” memakai teropongnya
Kak
Andi pun bertanya-tanya “Memangnya iya tah, Nathanael...?” sambil menuliskan
sebuah Firman Tuhan pada buku kecilnya
Terus
jawab Nathanael “Coba tanya lagi saja, ko.... Hehehe, cuma Ko Husain saja yang
udah pernah kesini” dengan melirik-lirik pemandangan alamnya.
Pada jam 09:25 pagi, mereka telah sampai di
pos masuk wisata Gn. Rinjani dengan tepat waktu “Ciiittt...”, lalu mereka pun
turun dari mobil jeep sewaannya dengan tertib dan tidak terburu-buru. Inilah pengalaman
pertama kali komunitas ini mendaki pencakar langit alami ciptaan tangan Tuhan
dengan persiapan mental yang matang,
Tanya
Pak Henky “Kita cocoknya nyanyi lagu apa yaa...?, saat pendakian” berjalan
mendaki
Kemudian
sahut Kak Andi dan Kak Eva “Hmmm...., kita bingung juga bapak, mau nyanyi lagu
apa yaa....?” berjalan mendaki
Marisca
pun memberi suatu gagasannya “Bagaimana kalau kita nyanyi lagu I’am Yours
bersama-sama saja?” berjalan mendaki
Ujar
Bang Iwan “Wah..., kurang tepat tuh, tampaknya....” berjalan mendaki
Subhan
pun memberi ide yang lain “Kalau seandainya, yang lebih cocok buat kegiatan
olahraga hiking begini, apalagi gunung yang tingginya 3726 Mdpl seperti ini,
menurutku lagu Every Praise is To Our God saja kali...?” berjalan mendaki
Dan
sahut semuanya “Iya benar juga, pokoknya cocokan lagu-lagu yang nge-jreng
semangat raga dan jiwa kita saja....” berjalan mendaki
Ujar
Husain dan Kesya “Pokoknya lagu itu saja, Kak Subhan.... itu lumayan nge-jreng,
apalagi kalau lagu Army Of God lagi saja tuh, hehehe” berjalan mendaki
Ucap
Pak Henky “Sudah yaa..., kawan-kawan...! pokoknya sekarang kesepakatannya lagu
Every Praise is To Our God sudah menjadi keputusan bersama” berjalan mendaki
Sorak
semuanya “Oke bapak....” berjalan mendaki
Sebuah lagu rohani bahasa inggris ini, Every Praise is To Our God telah menjadi
sesuatu kesepakatan bagi semua anggota komunitas yang sedang di dalam agenda
hiking tersebut, lalu dimulailah acara bernyanyi bersama ini saat berjalan
mendaki agar membangkitkan semangat mereka masing-masing dan bukan keluhan! :
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.
God my Savior
God my Healer
God my Deliverer
Yes He is, yes He is
God my Savior
God my Healer
God my Deliverer
Yes He is, yes He is
God my Savior
God my Healer
God my Deliverer
Yes He is, yes He is, yes He is, yes He is
Yes He is, yes He is, yes He is, yes He is
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
All of my worship, every praise,
Every praise, every praise
When you see me dancing, every praise
Every praise, every praise
When you see me shoutin', every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, to our god
Is to our God
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
All of my worship, every praise,
Every praise, every praise
When you see me dancing, every praise
Every praise, every praise
When you see me shoutin', every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, to our god
Is to our God
Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
All of my worship, every praise,
Every praise, every praise
When you see me dancing, every praise
Every praise, every praise
When you see me shoutin', every praise
Every praise, every praise, I got to praise you, every praise
Every praise, every praise, I got to thank him, every praise
Every praise, every praise, He's been so good, every praise
Every praise, every praise, He's been so kind, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise is to our God.
Titah Subhan "Tolong panggilkan Husain, Eva, ama Kesya kesini dong, please yaa dik!" menepuk bahunya dengan lembut
Jawab Marisca sambil berjalan kearah tenda "Siap kakak...!, saya panggilkan yaa...."
Bang Iwan pun membantunya "Ohh Husain, gua bantuin elo bakar-bakar arangnya yaa, boleh?" sambil membakar arangnya
Dan sahut Husain "Iya bang, silahkan saja" mengoleskan minyak tanah kearah arangnya
Lalu ujar semuanya "Amen, dalam nama Tuhan Yesus...." bersamaan
Pada jam 12:00 siang
bolong, komunitas ini beristirahat pada pos peristirahatan yang kedua, karna
mereka juga manusia yang penuh keterbatasan, disinilah mereka pada makan siang
dan beristirahat dengan sesuka mereka.
Ujar
Nadya “Kita kan masih di bawah kaki gunung....” sambil makan siang
Dan
oceh Nathanael dan Marisca “Wahahaha...., benar juga, disini pun kita masih
bisa memandang ekosistem alam gunung ini dengan betapa luasnya, puji Tuhan...”
sambil makan siang juga
Ucap
Subhan “Puji Tuhan..., alam ciptaan tanganNya sungguh luar biasa, dan bukan
main” sambil berfoto-foto
Bang
Iwan berkata “Tuhan, Dialah Allah Bapa pencipta kita menciptakan karyaNya,
berupa pemandangan alam yang indah, dan inilah hikmatnya alam tidak boleh
dirusak dan digadaikan itu, yaa disinilah....” sambil minum air
Lanjut
Kesya dan Husain “Sebab jikalau kita seenaknya menggadaikan alam sama saja
merusak, dan merusak itu mencemari, satu lagi... mencemari ekosistem alam sama
saja dengan tidak mensyukuri ciptaanNya, yaa....” sambil berfoto-foto
Dilanjutkan
pula oleh Kak Eva dan Kak Andi “Yap benar!, makanya di dalam alkitab juga ada
hubungannya dengan pelajaran kita menjaga ekosistem pemandangan alam, juga
humanity terhadap sesama kita....” sambil minum air juga
Lalu
Pak Henky pun tertawa bahagia “Hehehehe...., puji Tuhan, inilah sesuatu kebahagiaan
di dalam Engkau, Tuhan yang sesungguhnya yang kami rasakan, hehehe.... puji
Tuhan” sambil mengecap air minumnya
Usai beristirahat, pada jam 13:00 siang,
mereka terus melanjutkan perjalanannya menuju ke pos 4 dengan persiapan
fisiknya yang lebih bersemangat lagi “Tap..., tap..., tap...”, saat mereka
mendaki Gn. Rinjani, mereka menyanyikan lagu Indonesia Slalu Dihatiku juga lagu bahasa inggris, yaitu Hosanna In The Highest dengan seksama
agar semangat mendakinya lebih baik dari yang tadi.
Permata
khatulistiwa
Sungguh
biru langit dan lautnya
Indah
menawan lembayung senja
Menentramkan
hati
Negeri
yang subur dan hijau
Bagai
jamrud di antara samudera
Simfoni
alam permai indah berseri
Mengalun
bak melodi indah di hatiku
Indonesia
slalu di hatiku
Limpahkan
rahmatMu Tuhan
Jadikanlah
kesayangan hatiMu
Indonesia
di hatiku
Permata
khatulistiwa
Sungguh
biru langit dan lautnya
Indah
menawan lembayung senja
Menentramkan
hati
Negeri
yang subur dan hijau
Bagai
jamrud di antara samudera
Simfoni
alam permai indah berseri
Mengalun
bak melodi indah di hatiku
Indonesia
slalu di hatiku
Limpahkan
rahmatMu Tuhan
Jadikanlah
kesayangan hatiMu
Indonesia
di hatiku
Indonesia
slalu di hatiku
Limpahkan
rahmatMu Tuhan
Jadikanlah
kesayangan hatiMu
Indonesia
di hatiku
Indonesia
slalu di hatiku
Limpahkan
rahmatMu Tuhan
Jadikanlah
kesayangan hatiMu
Indonesia
di hatiku
Usai lagu Indonesia Slalu Dihatiku, mereka pun melanjutkan dengan lagu bahasa
inggrisnya, Hosanna In The Highest sambil
mendaki gunung :
I
see the king of glory
Coming
on the clouds with fire
The
whole earth shakes, the whole earth shakes, yeah
I
see His love and mercy
Washing
over all our sin
The
people sing, the people sing
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
I
see a generation
Rising
up to take the place
With
selfless faith, with selfless faith
I
see a near revival
Staring
as we pray and seek
We're
on our knees, we're on our knees
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Heal
my heart and make it clean
Open
up my eyes to the things unseen
Show
me how to love like you have loved me
Break
my heart for what breaks yours
Everything
I am for your kingdom's cause
As
I walk from earth into eternity
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Hosanna,
Hosanna
Hosanna
in the highest
Hosanna
in the highest
In
the highest
In
the highest
Hosanna,
Hosanna in the highest
Usai
menyanyikan lagu rohani sambil mendaki, Pak Henky bertanya :
Tanya
Pak Henky “Teman-teman..., apa kalian masih semangat bernyanyi atau udah capek?”
berjalan mendaki
Chapter 3
Naik Ke Puncak Gunung!
Jawab semuanya "Masih dong, bapak.... kita kan memuji-muji kebesaran nama Tuhan sekali lagi..., horeee....!!" berjalan mendaki
Titah Pak Henky "Kalau begitu, kita menyanyikan lagu patriotisme Maju Tak Gentar saja, walau bukan lagu rohani, hehehe.... atau...." berjalan mendaki
Ucap Bang Iwan "Sudah...., terserah Pak Henky sajalah!" berjalan mendaki
Balas Pak Henky "Okelah, bang Iwan, kita nyanyi lagu itu saja"
Disnilah mereka pada semangat bernyanyi-nyanyi untuk memuji-muji kebesaran nama Tuhan dengan sikap yang optimis, tanpa ada ocehan keluhan yang bersifat pesimis. walaupun lagu yang mereka nyanyikan saat ini, ialah sebuah lagu bersifat patriotisme, tanpa pilih-pilih lagu mana yang hendak mereka nyanyikan sampai kepada tujuan yang mereka singgahinya. Lalu pada jam 16:00 sore, sudah terlihat puncak Gn. Rinjani tersebut di atas pandangan mata mereka yang terlihat sebentar lagi tinggal selangkah mereka akan menggapainya.
Ujar Subhan "Puji Tuhan...., puncak Gn. Rinjani itu.... terlihatnya selangkah lagi kita tepat berada di atas puncaknya" sambil meneropongnya
Dan balas Kesya secara tiba "Iya kak..., kelihatannya saja kita selangkahnya sampai disana...." menepuk pundaknya
Kata Subhan kepada Kesya "Hmmm..., kalau kita dengan nyata melangkah kesana, jauh sebenarnya. Tetapi tenang saja...."
Dan lanjut Nathanael "Kita mesti beristitrahat untuk me-recharge seluruh energi dan tenaga dalam tubuh kita yang kelelahan seperti ini, iya tak, kakak....?" sambil berjalan menuju tendanya
Ucap Subhan "Iya nathanael..., Kesya... kita akan mendaki ke puncaknya pada esok hari rabu"
Sorak gembira Nathanael dan Kesya "Hore...!, nanti besok kemenangan laskar Tuhan akan terwujud, macam yang Dia kehendaki, Puji Tuhan!" sambil menepuk tangannya dengan bergembira
Sedangkan yang lainnya, mereka sedang beristirahat di dalam tendanya masing-masing, sesuai dengan gendernya, tenda wanita yang berwarna merah dengan semuanya para wanita, sedangkan pria berwarna biru dengan sesamanya yang pria, dan tak ada satupun tenda yang dicampur-adukan demi menjaga kekudusan diri dari segala sesuatu hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. dan di dalam tenda pria, disini ada dua pemuda yang sedang bergurau bersama-sama saat beristirahat.
Ujar Kak Andi "Hehehe..., Abang Iwan, Abang Iwan.... jagonya menggombali cewek-cewek" bercanda di dalam tenda birunya sambil menengok gadged Bang Iwan
Dan balas Bang Iwan "Hehehe, Bang Andi.... ente juga samanya, jagonya menggombali cewek juga,kayak yang engga saja, ahh" bercanda juga sambil chatting-an dengan gadged-nya
Ucap Kak Andi "Iya tah...?, bukannya abang saja yang jago menggombali cewek-cewek, yaa....?" bercanda dengan menepuk pundaknya juga melirik-lirik kearah Bang Iwan
Balas Bang Iwan lagi "Uwahahaha.... udah hampir semua para lelaki tuh hobi yang utamanya, cuma menggombali cewek-cewek, masbro...." menepuk tangannya
Ucap Kak Andi kedua kalinya "Tidak juga, Bang Iwan... itu kan hanya sifat lelaki yang tak ada tuntunan Roh Kudus dari Tuhan, bro....!" sambil tiduran juga mendengarkan lagu pada gadged-nya
Dan satu lagi, Husain, teman komunitas mereka, ia sedang menggambar sosok karakter suatu tokoh perempuan ksatria tangguh dari suatu cerita anime tersebut sambil meminum air putihnya. Kak Andi dan Bang Iwan langsung meliriknya dengan diam-diam usai bercandanya :
Titah Bang Iwan "Sssttt Bang Andi...." berbisik-bisik
Dan sahut Kak Andi "Ada apa, bro Iwan....?" dengan tertawa kecil
Kata Bang Iwan "Iii... itu si Husain gambar cewek itu cakeup amat, yaa.... Apalagi sambil membawa pedang cinta, hehehehe...." berbisik-bisik
Balas Kak Andi kepada Bang Iwan "Hihihi...., biarkan sajalah, bro.... ia sedang menunjukan jiwa-jiwa seorang seniman untuk mengumpulkan kreativitasnya untuk Tuhan, hihihi...." berbisik juga
Saat Husain menggambar suatu tokoh tersebut, Bang Iwan dan Kak Andi langsung menoelnya dari belakang dan menyapanya :
Sapaan dari Bang Iwan "Hello Husain...." dari belakangnya
Dan sahut Husain "Iya bang...!, ada apa nih?" menengok kebelakang
Kak Andi berucap "Itu... gambarmu bagus sangat itu, sein...!"
Lanjut Bang Iwan "Iya bro..., gambarmu itu cakeup amat, benar kata Ko Andi...."
Balas Husain pula "Hehehehe...., iya sih, tetapi masih bagusan juga yang punya si pembuat anime Fairy Tail, koko...., hehehehe...." sambil melanjutkan gambarnya
Dan ujar Bang Iwan dan Kak Andi "Tetapi..., sama sajalah, bro.... Ente mesti bangga ama pemberian dari sang Allah Juruselamatmu itu, sein...." menepuk tangannya
Kemudian Husain membalas lagi "Iya koko..., semuanya ini ane mesti syukuri apa yang Dia berikan macam hal ini, hehehehe.... mantap juga, puji Tuhan....!" dengan bangganya
Pas sore harinya yang mendekati waktu malam, tepat jam 17:59 sore, seluruh anggota komunitas ini segera membuatkan makanan hangat, berupa jagung bakar dan daging kambing bakar, serta minuman hangatnya, berupa susu hangat, kopi hangat, teh hangat, juga cokelat hangat secara bersama-sama :
Ujar Nadya "Wahahai..., tampaknya makanan kita mirip makanan di pantai saja" sambil membakar jagung dan daging kambingnya
Sahut Subhan "Iya dik...!, apalagi kalau di gunung macam ini, tempatnya dingin, yaa.... menurutku masih nyambung-nyambung saja...." sambil mengambil arangnya
Lanjut Marisca "Hihihi....., sama juga sih, menurutku" dengan mengoleskan jagung bakarnya dengan mentega yang masih baru beli kemarin
Ujar Subhan kepadanya "Hmmm...., Marisca, Marisca...." memanggil
Dan sahutan hangat dari Marisca "Iya kak...?"
Jawab Marisca sambil berjalan kearah tenda "Siap kakak...!, saya panggilkan yaa...."
Lalu seorang Marisca pun memanggilkan mereka bertiga, Kak Eva, Kesya, dan Husain yang masih di dalam tenda peristirahatannnya tersebut, dengan memakai toa atau alat pengeras suara. Terus mereka bertiga ini bergegas untuk keluar dari tendanya masing-masing, dan segera berkumpul bersama dengan teman-teman komunitas yang sedang membuatkan makan malamnya.
Titah Pak Henky "Kak Eva, Kesya, dan Husain.... Tolong bantuin kami bakar-bakar jagungnya dong" sambil membakar daging kambingnya
Dan balas Kak Eva "Oke Pak Henky, saya yang bagian bakar-bakar jagung sama dagingnya yaa...." sambil bantu-bantu bakar jagungnya
Lanjut Kesya "Aku bantuin teman-teman bagian yang seduhkan minuman hangatnya yaa...." menyeduhkan minuman hangatnya
Terus Husain berkata "Kalau ane bagian bakar-bakar arangnya, juga oleskan minyak tanahnya yaa...." menyiapkan beberapa arang dan minyak tanahnya yang dijadikan sebagai bahan bakar membuat hidangan malamnya
Bang Iwan pun membantunya "Ohh Husain, gua bantuin elo bakar-bakar arangnya yaa, boleh?" sambil membakar arangnya
Dan sahut Husain "Iya bang, silahkan saja" mengoleskan minyak tanah kearah arangnya
Pada jam 18:50 malam, makanan dan minuman mereka sudah matang, mereka pun memulai acara makan malam bersama-sama, dengan hangatnya dan sebelum itu mereka juga telah langsung mematikan apinya "Wuzzhhh....!!". Pertama mereka tidak lupa untuk berdoa syukur atas pemberian rizki yang Tuhan berikan, dan usai berdoa, mereka ini siap makan bersama-sama tanpa ada yang kekurangan. Sedangkan tim patroli polisi kehutanan Gn. Rinjani, mereka turut makan malam juga sambil berjaga-jaga pada daerah perkemahanan para pendakinya, dengan memakai senjata api jenis assault rifle SKS, automatic shotgun Mossberg 930, juga jenis sub machine gun PPsh 41. tim patroli tersebut tidak hanya menjaga perkemahan suatu grup komunitas ini saja, melainkan juga kepada pendaki-pendaki lainnya, terutama orang-orang warga kenegaraan asing yang baru pengalaman memasuki tanah air Indonesia ini.
Usai makan malam bersama, pada jam 19:08 malam para anggota komunitas ini segera melanjutkan aktivitasnya sampai pada jam 20:00 malam.
Ucap Nathanael "Kalau malam begini, bagusan kita bermain bulu tangkis bareng koko sih, menurutku...." mempersiapkan sebuah badminton dari tangan kanannya
Dan ujar Kak Andi "Hmmm...., kalau menurut koko sih, kurang seru Nathanael" duduk dengan meluruskan kakinya
Balas Nathanael "Ya sudahlah, kita keliling-keliling daerah perkemahan saja ko..., bagaimana?" dengan tersenyum senang
Kata seorang Kak Andi "Iya bro..., boleh sajalah!" tersenyum pula
Kak Andi dan Nathanael segera mengitari semua daerah perkemahannya dengan santai dan menikmati kesejukan dari angin malam daerah Gn. Rinjani tersebut "Tap...., tap...., tap....", mereka tidak hanya berdua saja, mereka juga mengajak Subhan dan Husain untuk bereksplorasi menikmati karya ciptaan Tuhan, sang Allah penciptanya. Dengan asyiknya mereka mengitari semua perkemahan yang lainnya dengan bersenang hati.
Kata Nathanael "Huaahh..., betapa bahagianya kita berempat mengeksplorasikan seluruh perkemahan para pendaki gunung ini, yaa koko....!" berjalan santai
Ujar Kak Andi "Hehehe... ada-ada saja kau, Nathanael, iya iyalah.... Kita kan mesti berbahagialah dalam Tuhan, atuh...!" berjalan santai
Lanjut Subhan "Yap benar, kata Andi...., kita sebagai anak-anak Tuhan, jangan sampai kita depresi karna berbagai macam semua persoalan hidup kita masing-masing...." berjalan santai
Dan sorak Nathanael "Yeeiii, Koko Subhan mantap abis juga, yaa...." bersorak bahagia
Balas Subhan "Iya yaa..., kau juga mengasikan amat di dalam hidupku ini, Nathanael!, hehehe" berjalan santai
Nathanael pun bergumam lagi "Wah, wah, wah... Itu si Koko Husain lagi ngapain yaa ko...? Beliau tetap berdiam santai sambil foto-foto kemana saja tuh" memujinya
Dan ujar Subhan "Biarlah dik, mungkin beliau hobinya berfoto-foto kali...." merangkul Nathanael
Ujar Subhan kedua kali "Beliau itu kan orang yang berkreativitas tinggi, jadi... kita sebagai para junior Tuhan semestinya... Hmm... bangga ama beliau walau pendiam tetapi jiwa kreativitasnya tinggi, iya ngga Dik Nathanael...?" merangkul Nathanael dan Kak Andi juga
Lanjut Kak Andi "Iyalah Ko Subhan, gitu dong Nathanael...." bercanda
Ujaran dari Nathanael "Iya koko...., hehehehe....!!" tertawa bahagia
Kata Subhan "Baguslah kalau begitu...., jangan terburu-buru lah kita berjalan mengitari daerah perkemahan ini, santai sajalah!" merangkul keduanya
Pada jam 20:00 malam, semua anggota komunitas ini segera menuju ke tempat perkemahannya masing-masing, dan tak ada satupun anggota yang salah memasuki tenda tersebut serta tak ada lagi yang masih di luar sebab untuk esok hari selasanya, mereka mesti berjalan bersama-sama untuk melakukan pendakian ke puncak Gn. Rinjani dimulai jam 04:00 pagi. Di dalam tenda pria :
Ucapan doa Subhan "Tuhan Yesus, Rabb Juruselamat kami...., untuk esok harinya kami siap menjalani agenda kegiatan pendakian menuju ke Gn, Rinjani, berikanlah hati kami yang sedia selalu dalam menjalankan tugas yang Engkau berikan kepada kami, yaa Tuhan Yesus, Allah Juruselamat kami, seperti apa-apa yang Engkau rancangkan, lebih dari apa yang kami rancangkan selalu, amen...." dengan hati yang tulus
Dan ujar semuanya "Amen...., dalam nama Tuhan Yesus, amen....." dengan suara yang pelan
Lalu sedangkan di dalam tenda wanita, mereka juga melakukan hal yang sama pula, namun berbeda topik doanya kepada Tuhan, Allah penciptanya :
Ucapan doa Kak Eva "Tuhan Yesus, Allah kami.... berikanlah kami suatu kekuatan dan kecerdasan dalam menjalani agenda pendakian yang kami lakukan pada esok selasanya, bukan yang sesuai kehendak kami, melainkan dengan kehendakMu-lah kami berserah penuh selalu, amen...." dengan tulus hati pribadi pula
Lalu ujar semuanya "Amen, dalam nama Tuhan Yesus...." bersamaan
Tertidurlah mereka semuanya dengan tenang dan lelap "Zzzzzzz...", sedangkan tim patroli polisi kehutanan, mereka terus tetap semangat dalam menjalani tugasnya, dengan bersenjata lengkap, agar seluruh daerah perkemahan ini tetap stabil dari gangguan hewan-hewan buas, orang-orang penjahat yang berkeliaran pada malam hari, juga faktor alam yang terkadang suka berubah-rubah "Drap...., drap...., drap....", ini seluruhnya karena kemurahan kuasa dan kasih karunia Tuhan, Allah pencipta Yang Maha Esa yang selalu menjaga hambaNya agar tidak terganggu oleh sesuatu hal-hal yang tidak diinginkannya.
Saat waktu memasuki jam 04:00 pagi, telah memasuki hari selasa, komunitas ini segera bangun dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan pendakian menuju puncak Gn. Rinjani, usai itu mereka langsung saja melakukan pendakiannya dengan instruksi yang jelas oleh Pak Henky, dengan seksama tanpa ada seorang pun yang mementingkan diri sendiri "Tap...., tap...., tap....", selama komunitas ini melangkah dalam pendakiannya, mereka tak lupa memuji kebesaran kuasa dan karunia nama Tuhan yang mereka junjung tinggikan dengan lagu rohani yang berjudul Here I Bow :
Tuhan tak pernah janjiJalan selalu rataTetapi dia berjanjiBerikan kekuatan
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaSaat hati menyembah
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya
Tuhan tak pernah janjiLangit selalu biruTetapi dia berjanjiSelalu menyertai
Tuhan tak pernah janjiJalan selalu rataTetapi dia berjanjiBerikan kekuatan
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaSaat hati menyembah
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaSaat hati menyembah
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya
Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya
Mujizat tuhan ada Bagi yang setia dan percaya
Sedangkan teman-teman lainnya pada menyanyikan lagu Allah Sumber Kuatku secara bersama-sama lagi, tanpa lelah, justru kelelahan mereka pas mendaki inilah yang akan terkuraskan oleh pujian dan penyembahan mereka,
I'am here because of your graceI'am here because of your love
Lord Jesus, I'am so thankfulFor your grace abounds to me
Thank you Jesus, Jesus, JesusThank you JesusIt's only by your grace, that I could live today Forever I will praise Your name
Forever I will praise Your name
Where would I run
But to the throne of mercy
Where would I kneel
How great the love
But at this cross of grace
Beautiful, so beautiful
How strong the hand that holds us
In all things, for all my life
So here I bow to lift You high
Jesus be glorified
There is a King who bore the scars of healing
I am Yours, forever Yours
There is a Son who came in grace and truth
God here and now, be lifted high
How great the love that carries us to kindness
Wonderful, You’re wonderful
I am Yours, forever Yours
Right here and now, be glorified
God of Heaven and Earth
God who brought me back to life
I am Yours, forever Yours
Sow here I bow to lift You high
Jesus be glorified
In all things all of my life
I am Yours, forever Yours
Right here and now, be glorified
God heaven and earth
God who brought be back to life
I'am Yours, forever Yours
I am Yours, forever Yours
Usai menyanyikan lagu Here I Bow secara seksama, mereka juga takkan hentinya untuk memuji muji kebesaran Tuhan dengan lagu selanjutnya, Karna SalibMu versi Bahasa Indonesia tanpa ada keluhan dalam hati mereka :
Hanya Kau Tuhan di hidupku
Kau berikan hidup yang baru
Darah-Mu menyucikan pulihkan hatiku
Kunyatakan Kau-lah s'galanya
Engkaulah sumber pengharapan
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu
Yesus Kau-lah segalanya
Kar'na salib-Mu kuhidup
Kar'na salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa
Sanggup 'tuk melakukan
Mujizat-Mu di hidupku
Engkaulah sumber pengharapan
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu
Yesus Kau-lah segalanya
Kar'na salib-Mu kuhidup
Kar'na salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa
Sanggup 'tuk melakukan
Mujizat-Mu di hidupku
Akan tetapi Tuhan memberikan jalan yang lain dalam perjalanan pendakian mereka disini, saat waktu memasuki jam 04:30 pagi, Subhan dari belakang langsung menyusul teman-temannya yang ada di depan "Tap..., tap..., tap..., tap...", bahkan sampai Kak Andi dan Pak Henky yang ada di posisi paling depan pun akhirnya tersusul pula, kali ini Subhan yang menjadi jawaranya pada saat hiking di pagi buta seperti ini,
Oceh Subhan "Huaaahhh..., Praise the Lord!, akhirnya saya yang paling duluan, nih..." sambil mendaki gunung
Lalu sorakan semuanya "Widiihh..., mantap jiwa, Puji Tuhan...! tetap semangat yaa..." sambil berjalan santai saat mendakinya
Dan ujar Husain "Saya juga sama donk, kak...! Sama-sama jago hiking, kan!?" merangkulnya
Balas Subhan "Yes!, that's all right, Husain... Kita mendaki duluan berdua saja...!" berjalan agak cepat namun santai
Ucap Husain "Okay kalau begitu...!" rangkulan
Kemudian Subhan mendaki di posisi yang paling depan bersama dengan Husain "Tap..., tap..., tap..., tap...", sedangkan teman-teman lainnya pada rela saja di salip walau dengan izin yang disetujui sama teman-temannya. Selama pendakian, mereka berdua ini tidak lelah-lelahnya untuk memuji dan menyembah Nama Tuhan saat hiking,
Tuhan tak pernah janjiLangit selalu biruTetapi dia berjanjiSelalu menyertai
Sedangkan teman-teman lainnya pada menyanyikan lagu Allah Sumber Kuatku secara bersama-sama lagi, tanpa lelah, justru kelelahan mereka pas mendaki inilah yang akan terkuraskan oleh pujian dan penyembahan mereka,
Kami memuji kebesaranMu
Sungguh besar
Kau Allah ku
Kami memuji kebesaranMu
Sungguh besar
Kau Allah ku
Sungguh besar
Kau Allah ku
Hanya Kau milikku di surga
Tiada yang ku ingini di bumi,
Hanya Kau
Tak ku andalkan kekuatanku
Namun, yang pasti Kau tetap s'lamanya
Allah, sumber kuatku,
Allah, sumber kuatku
Allah, sumber kuatku
Dan bagianku s'lamanya
Selamanya
Hanya Kau milikku di surga
Tiada yang ku ingini di bumi,
Hanya Kau
Tak ku andalkan kekuatanku
Namun, yang pasti Kau tetap s'lamanya
Allah, sumber kuatku,
Allah, sumber kuatku
Allah, sumber kuatku
Dan bagianku s'lamanya
Selamanya
Allah, sumber kuatku,
Allah, sumber kuatku
Allah, sumber kuatku
Dan bagianku s'lamanya
Selamanya
Chapter 4
Batu Ajaib dari Sembalun ditemukan!
Pada jam 05:00 pagi, sesampainya di puncak Gunung Rinjani, seorang Subhan ingin buang air terlebih dahulu sebelum menunggu kedatangan teman-teman komunitas rohaninya pada jam selanjutnya.
Titah Subhan "Bro Husain..., Kak Subhan ingin buang air besar ke goa kecil yang di bawah puncak gunung itu dulu, yaa..., kalau anda ingin ngobrol dengan para turis disini, silahkan... Jangan lupa lihat-lihat teman komunitasnya yaa..." sambil kebelet buang air
Sahut Husain "Iya kak...!, saya laksanakan!" sambil minum air putihnya
Subhan pun akhirnya bisa buang air besar dan kecil pada suatu lubang goa yang kecil, luas bagian ruangan dalamnya, juga tersembunyi bagi banyaknya orang-orang, dan Husain pun bisa ngobrol-ngobrol dengan para turis di puncaknya "Blaa..., blaa..., blaa...". Lalu kemudian saat Subhan ingin meninggalkan gua tersebut, tiba-tiba ada sesuatu yang menyilaukan di belakangnya walau tanpa harus dinyalakan dengan sebuah senternya "Criiinggg....", terus ia kembali masuk pada goa tersebut untuk menghampiri batu tersebut dengan jalan pelan-pelan "Tap...., tap...., tap....", ia pun langsung mendapatkan batu tersebut dengan tangan kanannya yang telah dibersihkan dari hadasnya,
Satu menit setengah kemudian, ia meniliti batu ini dengan serius, apakah ini batu permata, jamrud, safir, rubi, atau pegasus?,
Oceh Subhan "Ini batu apaan yaaahhh....!?, apakah ini batu permata...?, atau pegasus...?, kalau menurutku sih..., batu biru dari Sembalun ini..., pasti batu safir kan?" sedang meneliti dan penasaran
Ternyata dugaan Subhan kurang tepat, karena batu permata biasa tidak akan mengeluarkan seberkas cahaya yang begitu menerangkan untuk satu ruangan lubang goa ini, akan tetapi ia tidak lupa berdoa dan bertawakal/berserah kepada Tuhan, Allah Bapa pencipta dan memohon secara tulus hati minta petunjutk Syafaat Roh KudusNya, apakah ia boleh mengambil batu ini atau tidaknya?, sebab batu ini sangat mahal, bahkan lebih mahal ketimbang batu berharga biasanya yang dikumpulkan menjadi satu. Kemudian Tuhan berilham kepada hati dan pikiran Subhan, walau tidak seperti kepada para mesias utusanNya,
Titah IlhamNya "Subhan, juniorKu... Ambilah batu bercahaya warna biru dari Desa Sembalun itu...!, Batu itu kepunyaan seorang juniorKu, Petrenko, karena ia paling setia mengikuti janjiKu dari kalangan etnis Afro-Russian saat menjalankan Misi Amanat Agung dalam pengajaran mengikut Tuhan kepada orang-orang Sembalun yang rindu bertemu denganNya, tanpa keluh kesah dalam menghadapi tantangan kehidupan...."di dalam hati Subhan
Tanya Subhan "Petrenko...?, kira-kira siapakah beliau sesungguhnya, Tuhan, Allahku...." bertanya kepada Tuhan di dalam hatinya sambil menangis terharu
Jawab IlhamNya "Mintalah kepadaKu, hikmat tuntunan Roh KudusKu, agar batu ini bukanlah membawa kutuk dan laknat karena iblis dan anteknya, setan-setan kaum roh jahat bagi kehidupanmu,Subhan, dan seluruh orang-orang percaya di dalamKu, melainkan menjadi berkat dan ridhaKu, Bapa Ilahimu, Subhan, juniorKu, dengan Subhan tidak menyerah dalam menegakkan Misi Amanat Agung kasihKu kepada sesamamu, Subhan, dengan pula berjuang menjauhi dosa dan maksiat!, temukanlah beliau, Petrenko, juniorKu yang saleh itu dengan gadget pada saku celanamu itu, Subhan!, baik lewat sosmed Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya karena menjalankan Amanat AgungKu, bukan karena popularitas dunia, ingatlah itu, Subhan, juniorKu....." di dalam hati Subhan lagi
Ucapan Subhan "Terima kasih Tuhan Yesusku..., Engkau sungguh baik bagi kami, umat manusia" sambil menangis terharu dan berajang-ajang meninggalkan goa tersebut karena sebentar lagi waktu akan memasuki sun rise
Pada jam 06:00 pagi, sun rise pun mulai datang terbit dari bagian ufuk timur, seluruh anggota Community of Love ini segera berdoa secara masing-masing, dan Kesya pun membagikan makanan bekal dan minum air putihnya tanpa pamrih dan berharap pujian manusia,
Ujar Kesya "Ini roti dan air untukmu Pak Henky..., untukmu Kak Eva..., untukmu Bang Iwan..., untukmu Nadya..., untukmu Nathanael dan Marisca..., untukmu Ko Andi..., Husain juga..., dan yang terakhir untukmu, Kak Subhan, jagoan kita semua....!" sambil membagikan makanan bekalnya
Ucap Subhan "Okay thanks, Kesya...!, kamu suka berbagi tanpa pilih-pilih teman...!, itulah kasih tauladan Tuhan yang sesungguhnya" sambil meminum air putihnya
Tawa semuanya "Puji Tuhan...., kita semuanya bisa menikmati kasihNya, bagaikan sun rise yang indah di ufuk timur!"
Sambil menikmati sarapan pagi, mereka semua ini berkumpul bersama di atas puncak Gunung Rinjani yang amat dingin ini, dengan pujian penyembahan kepada Tuhan Yesus, Sang Firman Allah yang Maha Perkasa dan Mulia pakai sebuah lagu I'am Here dengan gitar accousticnya,
Ku ada s'bab anugrahMuKu ada karna kasihMuTuhan Yesus ku bert'rima kasihBuat kasih rahmatMu
T'rima kasih YesusYesus t'rima kasihHanya anugrahMu buat hidupku sekarangKu kan memujiMu selamanya
T'rima kasih YesusYesus t'rima kasihHanya anugrahMu buat hidupku sekarangKu kan memujiMu selamanya
Thank you Jesus, Jesus, JesusThank you JesusIt's only by your grace, that I could live today Forever I will praise Your name
Forever I will praise Your name
Usai pendakian, secara singkat batu ajaib ini segera dikembalikan kepada si pemiliknya, Petrenko lewat alamat sosmed Facebook, dan kemudian komunitas CooL ini dijanjikan oleh kehendak dan kuasa Tuhan Yesus Kristus, dengan banyaknya penuaian jiwa-jiwa yang luar biasa dalam Desa Sembalun, dan batu tersebut akan menjadi suatu gambaran berkat dan ridhaNya yang Maha Indah, bukan karena agama kristennya, juga bukan karena batu ajaib tersebut pula, melainkan hanya karena kasih anugerah Tuhan Yesus Kristus lewat mengasihi sesama manusia disitu.
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?, Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
(Matius 7:7-11)
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
(Yesaya 60:1-3)
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
(Matius 22:37-39)