Sabtu, 15 Juni 2019

Cerpen Batu Ajaib dari Sembalun




Cerpen : Batu Ajaib dari Sembalun
By : Husain Umar Abdurahim



Untuk semua umur dan umum







Tokoh Utama :

Subhan
Umur : 29 tahun
Pekerjaan : Guru, anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit putih, rambut jabrik, kuat mental, serta kreatif



Tokoh Pemain :
Kesya
Umur : 20 tahun
Pekerjaan : Mahasiswi, anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan ramping, kulit kuning keputihan, rambut pony sepinggang berwarna
                            cokelat, pintar, suka berbagi


Ko Andi
Umur : 28 tahun
Pekerjaan : Perancang model sol sepatu, ketua CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit kuning, rambut spike, suka bercanda namun tahu
                           diri


Pak Henky
Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Pembisnis, anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit kuning, rambut spike, suka bercanda namun tahu
                           diri


Nadya
Umur : 18 tahun
Pekerjaan : Perancang batik, pendukung anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan ramping, kulit putih, rambut berwarna cokelat, imut, dan telaten


Nathanael
Umur : 17 tahun
Pekerjaan : Siswa SMA, anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit kuning, rambut spike, suka bercanda namun tahu
                           diri


Kak Eva
Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Mahasiswi, anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan ramping, kulit putih, rambut berwarna cokelat, hidung agak
                            mancung, dan humoris
Status : Protagonis

Marisca
Umur : 18 tahun
Pekerjaan : Anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan agak pendek, kulit putih kemerahan, rambut hitam, hidung agak pesek,
dan imut



Husain
Umur : 19 tahun
Pekerjaan : Calon anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit kuning, putih kemerahan, rambut pony, hidung agak mancung,
pendiam, serta jago hiking



Bang Iwan

Umur : Dirahasiakan
Pekerjaan : Anggota CooL (Community of Love)
Ciri dan Watak : Badan tinggi, kulit merah, rambut agak jabrik, kuat, gagah, namun bijaksana


******
Cerita ini adalah fiksi untuk suatu ilustrasi cara didikan cinta akan kasih Tuhan, bedasarkan sifat cara
pengajaran Firman Tuhan yang sesuai realita.





Chapter 1
Menginap di Desa Sembalun


   Pada waktu siang harinya, tepat pada tahun 2019, hari minggu, sehabis perjalanan lewat udara atau naik pesawat, teman-teman komunitas langsung menaiki sebuah kendaraan truk Elf yang telah disediakan oleh pihak sponsor pendukungnya “Vruuummm....”, dengan perbekalan barang bawaan yang lengkap, sama halnya seperti kegiatan mendaki gunung, di saat memasuki desa Sembalun, mereka ini mesti melewati jalanan yang berliku-liku tajam dan terjal ini, dibalik itu semua banyak semua pemandangan pepohonan yang cukup lebat dan banyaknya pula kehudipan populasi seekor hewan yang cerdas ini, kera atau lutung yang sedang berakrobat keberbagai macam pepohonan “Uuu..., aaa..., uuu..., aaa....”. Usai itu semua, sorenya kumpulan komunitas ini diberikan tempat penginapan di dalam sebuah rumah warga desa Sembalun yang cukup besar dan lega.

Ucapan syukur Subhan “Puji Tuhan...!, usai melewati perjalanan yang curam dan berliku-liku, kami bebas menikmati penginapan yang berbeda dengan yang biasanya, hehehe...” sambil nongkrong di teras

Dan balas Pak Henky “Iya han..., disini jauh lebih berbeda dengan kehidupan yang di pulau Jawa dan Bali, meskipun mereka terlihat lebih sederhana, disinilah saatnya misi kita berjalan” sambil membaca alkitabnya

Kejut Subhan “Waahh..., maksud bapak misi..., misi apa kita, bapak?”

Pak Henky menjelaskannya “Misi kita, bukan sekedar piknik dan berekspedisi biasa saja, namun kita juga mesti menginjilkan warga Sembalun tanpa ada sedikitpun tangan memegang senjata, melainkan dengan kasih rahmat Tuhan....” dengan menepuk pundaknya

Kemudian si Subhan pun bertanya “Kalau penginjilan itu..., kapan kita lakukan?”

Dan jawab Pak Henky “Iya sekaranglah, Subhan... karena kita melaksanakan pendakian pada lusa selasa sampai dengan jumat, sekarang saatnya kita memasuki penuaian jiwa-jiwa, seperti pada tahun sebelumnya, 2018, yaa... dengan kita menaburkan benih-benih rohani yang baik dan benar serta mulia dimata Tuhan, Allah pencipta kita”

Ujar Subhan “Baiklah pak, sekarang saya mandi dulu, yaa pak...” sambil berjalan memasuki rumah penginapannya

Dan sahut Pak Henky “Oke Subhan, mandi dulu saja....” sambil meminum kopinya


   Subhan pergi mandi kebelakang, pada malam harinya, jam 18:45 malam, muncullah Nadya, Kesya, dan Husain sehabis refreshing mengitari desa Sembalun dan belanja ke warung membeli persediaan obat-obatan langsung duduk bersama Pak Henky, di dalam ruang tamu, ada Kak Andi, Bang Iwan, Kak Eva, dan Marisca sedang bermain musik yang memuji kebesaran dan kemurahan kasih rahmat Tuhan, terus sedangkan Nathanael, ia sedang mengambilkan sebuah piring plastik dari tas Career-nya untuk menikmati makan malamnya.

Ujar Nathanael “Hmm..., makanan sudah siap, kuambil duluan, yaa....” sambil mengambil sesendok nasi dan sepotong steak daging sapinya, juga sesendok sayur kangkung
Kemudian ia memangil teman-temannya untuk makan malam bersama.

Panggilan dari Nathanael “Hello teman-teman...., saatnya kita makan malam bersama, yuk...!, ini sudah memasuki waktunya, bro....” memakai pengeras suaranya

   Lalu semua teman-temannya pun segera mengambil makanan, dengan peralatan makanannya masing-masing pada tas Carrer bawaannya “Jklek..., jklek..., jklek....”, mengantri untuk mengambil jatah makanannya dengan tertib tanpa serobat-serobot, macam umumnya orang lain, tak lama kemudian semuanya sudah selesai mengambil makannya, mereka tidak lupa untuk berdoa dulu, dipimpin oleh Pak Henky.

Titah Pak Henky “Mari kita mulai dengan berdoa dulu....!” sambil mengadahkan tangannya
Dan sahut semuanya “Baiklah pak...” mengadahkan tangannya

Ucapan doa Pak Henky “Berkat dan damai sejahtera di dalam kuasa ridha Tuhan, Allah Bapa pencipta yang mencurahkan kasih karunia dan rahmatNya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dengan persekutuan syafaat Roh Kudus yang maha hidup, kami diizinkan oleh kuasaMu, kami menikmati hidangan makanan ini dengan bijaksana, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sama-sama mengucapkan.......” suaranya yang fasih

Semuanya mengucapkan “Amen....” dengan seksama

   Usai berdoa mereka bebas menikmati hidangan makan malamnya dengan damai dan tenang, tanpa ada rasa takut “Nyam...., nyam...., nyam....”, juga tanpa ada yang bercanda-canda secara berlebihan apalagi sampai keterlaluan saat melaksanakan agenda makan malam bersama “Blaa....., blaa....., blaa.....”, sambil diiringi dengan musik rock yang memuliakan kebesaran kuasa nama Tuhan yang keren abis dari handphone seseorang diantaranya, dan lagu rohani kerennya yang diputar oleh mereka sebanyak dua kali, berupa lagu yang pertama kalinya berjudul Army Of God dan yang kedua kalinya, ialah Api Pentakosta Ketiga :

Now is the time
You're people arise
To be an army
Show your glory

There is no one
Who can stop us
To take this city
For your glory

Show your greatness
And your power
Give us the victory

Reff :
We are 2x the army of God
Burning 2x the fire of God (Yeah)
We are 2x the army of God
Burning 2x the fire of God (Yeah)

No one can stop us now
We are history makers
we're gonna take this city
Take it for you Glory



Lalu yang kedua kalinya, yakni lagu Api Pentakosta Ketiga dimulai :
  

Api pentakosta menyala
Api pentakosta menyala
Api, api, api, api, api
Api pentakosta ketiga

Api pentakosta menyala
Api pentakosta menyala
Api, api, api, api, api

Api pentakosta ketiga


Usai makan malam bersama, kelompok komunitas ini segera mengajarkan suatu pengajaran tentang Firman Tuhan dengan kasih, humanity, dan tanpa ada suatu kekerasan ataupun paksaan, disanalah cara pengajaran FirmanNya bukan di gereja-gereja macam umumnya acara ibadah ataupun kerohanian lainnya, melainkan di lapangan yang terbuka serta bebas menikmati hembusan angin sepoi-sepoi malam hari “Wuuussshhh....”, bukan hanya sekedar diajarkan Firman Tuhan begitu saja, melainkan ada suatu permainan yang sederhana namun bermanfaat bagi semua umur “Blaa...., blaa...., blaa....”, juga ada suatu agenda pembagian sembako untuk semua warga tempat tersebut, tanpa pandang masyarakat miskin, sederhana, dan kaya, dan ada pembaptisan pula, bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam Tuhan karna kesadaran diri pribadi.

   Saat acara rohani ini selesai, disini pun ada acara doa penutupan secara bersama-sama oleh Pak Henky dan teman-teman komunitasnya :

Doa penutupan Pak Henky ““Berkat dan damai sejahtera di dalam kuasa ridha Tuhan, Allah Bapa pencipta yang mencurahkan kasih karunia dan rahmatNya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dengan persekutuan syafaat Roh Kudus yang maha hidup, kami diizinkan oleh kuasaMu, kami mengajarkan FirmanMu kepada penduduk desa Sembalun ini juga memberi semua korban persembahan kami padaMu, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sama-sama mengucapkan.......” dengan tulus hati

Ucap seluruhnya “Amen.....”




Chapter 2
Berangkat Expedisi ke Gunung Rinjani

   Pada lusa hari selasanya, anggota komunitas ini segera melakukan pemberangkatan expedisi menuju Gn. Rinjani, dengan persiapan barang bawaannya yang lengkap, juga dengan menaiki kendaraan, berupa mobil jeep Land Rover warna hitam yang disewanya sebanyak dua buah “Vruuummm.....”, sambil menikmati betapa indahnya pemandangan alam disekitar Gn. Rinjani, yakni beberapa banyaknya ladang-ladang pertanian, hutan pepohonan, dan beberapa pemukiman penduduk Sembalun, juga padang rumput yang menghijau usai meletusnya gunung ini pada tahun yang lalu. Betapa indah, cantik, dan ajaibnya ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa di tempat seperti ini, walau diluar pulau Jawa.

Cakap Kesya “Wow!, puji Tuhan, pemadangan alam seperti ini belum pernah saya lihat” menatapkan matanya kepada pemandangan tersebut

Cakap Subhan pula “Iya benar, cakapmu Kesya, kita kan belum pernah melihat pemandangan alam yang seindah ini di pulau Jawa...”

Dan tawa bahagia Marisca dan Nathanael “Wahahai...., iya juga kak...., yang pernah kesini tuh, cuma Ko Husain saja, kak” memakai teropongnya

Kak Andi pun bertanya-tanya “Memangnya iya tah, Nathanael...?” sambil menuliskan sebuah Firman Tuhan pada buku kecilnya


Terus jawab Nathanael “Coba tanya lagi saja, ko.... Hehehe, cuma Ko Husain saja yang udah pernah kesini” dengan melirik-lirik pemandangan alamnya.

   Pada jam 09:25 pagi, mereka telah sampai di pos masuk wisata Gn. Rinjani dengan tepat waktu “Ciiittt...”, lalu mereka pun turun dari mobil jeep sewaannya dengan tertib dan tidak terburu-buru. Inilah pengalaman pertama kali komunitas ini mendaki pencakar langit alami ciptaan tangan Tuhan dengan persiapan mental yang matang,

Tanya Pak Henky “Kita cocoknya nyanyi lagu apa yaa...?, saat pendakian” berjalan mendaki
Kemudian sahut Kak Andi dan Kak Eva “Hmmm...., kita bingung juga bapak, mau nyanyi lagu apa yaa....?” berjalan mendaki

Marisca pun memberi suatu gagasannya “Bagaimana kalau kita nyanyi lagu I’am Yours bersama-sama saja?” berjalan mendaki

Ujar Bang Iwan “Wah..., kurang tepat tuh, tampaknya....” berjalan mendaki

Subhan pun memberi ide yang lain “Kalau seandainya, yang lebih cocok buat kegiatan olahraga hiking begini, apalagi gunung yang tingginya 3726 Mdpl seperti ini, menurutku lagu Every Praise is To Our God saja kali...?” berjalan mendaki

Dan sahut semuanya “Iya benar juga, pokoknya cocokan lagu-lagu yang nge-jreng semangat raga dan jiwa kita saja....” berjalan mendaki

Ujar Husain dan Kesya “Pokoknya lagu itu saja, Kak Subhan.... itu lumayan nge-jreng, apalagi kalau lagu Army Of God lagi saja tuh, hehehe” berjalan mendaki

Ucap Pak Henky “Sudah yaa..., kawan-kawan...! pokoknya sekarang kesepakatannya lagu Every Praise is To Our God sudah menjadi keputusan bersama” berjalan mendaki

Sorak semuanya “Oke bapak....” berjalan mendaki

  Sebuah lagu rohani bahasa inggris ini, Every Praise is To Our God telah menjadi sesuatu kesepakatan bagi semua anggota komunitas yang sedang di dalam agenda hiking tersebut, lalu dimulailah acara bernyanyi bersama ini saat berjalan mendaki agar membangkitkan semangat mereka masing-masing dan bukan keluhan! :



Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.

Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.

Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.

Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise every praise is to our God.
Sing hallelujah to our God
Glory hallelujah is due our God
Every praise every praise is to our God.

God my Savior
God my Healer
God my Deliverer
Yes He is, yes He is

God my Savior
God my Healer
God my Deliverer
Yes He is, yes He is

God my Savior
God my Healer
God my Deliverer
Yes He is, yes He is, yes He is, yes He is
Yes He is, yes He is, yes He is, yes He is

Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise

All of my worship, every praise,
Every praise, every praise
When you see me dancing, every praise
Every praise, every praise

When you see me shoutin', every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, to our god
Is to our God

Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise

All of my worship, every praise,
Every praise, every praise
When you see me dancing, every praise
Every praise, every praise

When you see me shoutin', every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, to our god
Is to our God

Every praise is to our God.
Every word of worship with one accord
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise

All of my worship, every praise,
Every praise, every praise
When you see me dancing, every praise
Every praise, every praise
When you see me shoutin', every praise

Every praise, every praise, I got to praise you, every praise
Every praise, every praise, I got to thank him, every praise
Every praise, every praise, He's been so good, every praise
Every praise, every praise, He's been so kind, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise

Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise, every praise, every praise, every praise
Every praise is to our God.



   Pada jam 12:00 siang bolong, komunitas ini beristirahat pada pos peristirahatan yang kedua, karna mereka juga manusia yang penuh keterbatasan, disinilah mereka pada makan siang dan beristirahat dengan sesuka mereka.

Ujar Nadya “Kita kan masih di bawah kaki gunung....” sambil makan siang

Dan oceh Nathanael dan Marisca “Wahahaha...., benar juga, disini pun kita masih bisa memandang ekosistem alam gunung ini dengan betapa luasnya, puji Tuhan...” sambil makan siang juga
Ucap Subhan “Puji Tuhan..., alam ciptaan tanganNya sungguh luar biasa, dan bukan main” sambil berfoto-foto

Bang Iwan berkata “Tuhan, Dialah Allah Bapa pencipta kita menciptakan karyaNya, berupa pemandangan alam yang indah, dan inilah hikmatnya alam tidak boleh dirusak dan digadaikan itu, yaa disinilah....” sambil minum air

Lanjut Kesya dan Husain “Sebab jikalau kita seenaknya menggadaikan alam sama saja merusak, dan merusak itu mencemari, satu lagi... mencemari ekosistem alam sama saja dengan tidak mensyukuri ciptaanNya, yaa....” sambil berfoto-foto

Dilanjutkan pula oleh Kak Eva dan Kak Andi “Yap benar!, makanya di dalam alkitab juga ada hubungannya dengan pelajaran kita menjaga ekosistem pemandangan alam, juga humanity terhadap sesama kita....” sambil minum air juga

Lalu Pak Henky pun tertawa bahagia “Hehehehe...., puji Tuhan, inilah sesuatu kebahagiaan di dalam Engkau, Tuhan yang sesungguhnya yang kami rasakan, hehehe.... puji Tuhan” sambil mengecap air minumnya

  Usai beristirahat, pada jam 13:00 siang, mereka terus melanjutkan perjalanannya menuju ke pos 4 dengan persiapan fisiknya yang lebih bersemangat lagi “Tap..., tap..., tap...”, saat mereka mendaki Gn. Rinjani, mereka menyanyikan lagu Indonesia Slalu Dihatiku juga lagu bahasa inggris, yaitu Hosanna In The Highest dengan seksama agar semangat mendakinya lebih baik dari yang tadi.


Permata khatulistiwa
Sungguh biru langit dan lautnya
Indah menawan lembayung senja
Menentramkan hati

Negeri yang subur dan hijau
Bagai jamrud di antara samudera
Simfoni alam permai indah berseri
Mengalun bak melodi indah di hatiku

Indonesia slalu di hatiku
Limpahkan rahmatMu Tuhan
Jadikanlah kesayangan hatiMu
Indonesia di hatiku
Permata khatulistiwa
Sungguh biru langit dan lautnya
Indah menawan lembayung senja
Menentramkan hati

Negeri yang subur dan hijau
Bagai jamrud di antara samudera
Simfoni alam permai indah berseri
Mengalun bak melodi indah di hatiku

Indonesia slalu di hatiku
Limpahkan rahmatMu Tuhan
Jadikanlah kesayangan hatiMu
Indonesia di hatiku

Indonesia slalu di hatiku
Limpahkan rahmatMu Tuhan
Jadikanlah kesayangan hatiMu
Indonesia di hatiku

Indonesia slalu di hatiku
Limpahkan rahmatMu Tuhan
Jadikanlah kesayangan hatiMu
Indonesia di hatiku


   Usai lagu Indonesia Slalu Dihatiku, mereka pun melanjutkan dengan lagu bahasa inggrisnya, Hosanna In The Highest sambil mendaki gunung :


I see the king of glory
Coming on the clouds with fire
The whole earth shakes, the whole earth shakes, yeah

I see His love and mercy
Washing over all our sin
The people sing, the people sing

Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest
Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest

I see a generation
Rising up to take the place
With selfless faith, with selfless faith

I see a near revival
Staring as we pray and seek
We're on our knees, we're on our knees

Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest
Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest

Heal my heart and make it clean
Open up my eyes to the things unseen
Show me how to love like you have loved me
Break my heart for what breaks yours
Everything I am for your kingdom's cause
As I walk from earth into eternity

Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest
Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest

Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest
Hosanna, Hosanna
Hosanna in the highest
Hosanna in the highest
In the highest
In the highest

Hosanna, Hosanna in the highest


Usai menyanyikan lagu rohani sambil mendaki, Pak Henky bertanya :

Tanya Pak Henky “Teman-teman..., apa kalian masih semangat bernyanyi atau udah capek?” berjalan mendaki






Chapter 3
Naik Ke Puncak Gunung!



Jawab semuanya "Masih dong, bapak.... kita kan memuji-muji kebesaran nama Tuhan sekali lagi..., horeee....!!" berjalan mendaki

Titah Pak Henky "Kalau begitu, kita menyanyikan lagu patriotisme Maju Tak Gentar saja, walau bukan lagu rohani, hehehe.... atau...." berjalan mendaki

Ucap Bang Iwan "Sudah...., terserah Pak Henky sajalah!" berjalan mendaki 

Balas Pak Henky "Okelah, bang Iwan, kita nyanyi lagu itu saja"  

  Disnilah mereka pada semangat bernyanyi-nyanyi untuk memuji-muji kebesaran nama Tuhan dengan sikap yang optimis, tanpa ada ocehan keluhan yang bersifat pesimis. walaupun lagu yang mereka nyanyikan saat ini, ialah sebuah lagu bersifat patriotisme, tanpa pilih-pilih lagu mana yang hendak mereka nyanyikan sampai kepada tujuan yang mereka singgahinya. Lalu pada jam 16:00 sore, sudah terlihat puncak Gn. Rinjani tersebut di atas pandangan mata mereka yang terlihat sebentar lagi tinggal selangkah mereka akan menggapainya. 

Ujar Subhan "Puji Tuhan...., puncak Gn. Rinjani itu.... terlihatnya selangkah lagi kita tepat berada di atas puncaknya" sambil meneropongnya

Dan balas Kesya secara tiba "Iya kak..., kelihatannya saja kita selangkahnya sampai disana...." menepuk pundaknya 

Kata Subhan kepada Kesya "Hmmm..., kalau kita dengan nyata melangkah kesana, jauh sebenarnya. Tetapi tenang saja...."

Dan lanjut Nathanael "Kita mesti beristitrahat untuk me-recharge seluruh energi dan tenaga dalam tubuh kita yang kelelahan seperti ini, iya tak, kakak....?" sambil berjalan menuju tendanya

Ucap Subhan "Iya nathanael..., Kesya... kita akan mendaki ke puncaknya pada esok hari rabu" 

Sorak gembira Nathanael dan Kesya "Hore...!, nanti besok kemenangan laskar Tuhan akan terwujud, macam yang Dia kehendaki, Puji Tuhan!" sambil menepuk tangannya dengan bergembira


 Sedangkan yang lainnya, mereka sedang beristirahat di dalam tendanya masing-masing, sesuai dengan gendernya, tenda wanita yang berwarna merah dengan semuanya para wanita, sedangkan pria berwarna biru dengan sesamanya yang pria, dan tak ada satupun tenda yang dicampur-adukan demi menjaga kekudusan diri dari segala sesuatu hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. dan di dalam tenda pria, disini ada dua pemuda yang sedang bergurau bersama-sama saat beristirahat.  

Ujar Kak Andi "Hehehe..., Abang Iwan, Abang Iwan.... jagonya menggombali cewek-cewek" bercanda di dalam tenda birunya sambil menengok gadged Bang Iwan

Dan balas Bang Iwan "Hehehe, Bang Andi.... ente juga samanya, jagonya menggombali cewek juga,kayak yang engga saja, ahh" bercanda juga sambil chatting-an dengan gadged-nya

Ucap Kak Andi "Iya tah...?, bukannya abang saja yang jago menggombali cewek-cewek, yaa....?" bercanda dengan menepuk pundaknya juga melirik-lirik kearah Bang Iwan

Balas Bang Iwan lagi "Uwahahaha.... udah hampir semua para lelaki tuh hobi yang utamanya, cuma menggombali cewek-cewek, masbro...." menepuk tangannya

Ucap Kak Andi kedua kalinya "Tidak juga, Bang Iwan... itu kan hanya sifat lelaki yang tak ada tuntunan Roh Kudus dari Tuhan, bro....!" sambil tiduran juga mendengarkan lagu pada gadged-nya

   Dan satu lagi, Husain, teman komunitas mereka, ia sedang menggambar sosok karakter suatu tokoh perempuan ksatria tangguh dari suatu cerita anime tersebut sambil meminum air putihnya. Kak Andi dan Bang Iwan langsung meliriknya dengan diam-diam usai bercandanya : 

Titah Bang Iwan "Sssttt Bang Andi...." berbisik-bisik

Dan sahut Kak Andi "Ada apa, bro Iwan....?" dengan tertawa kecil

Kata Bang Iwan "Iii... itu si Husain gambar cewek itu cakeup amat, yaa.... Apalagi sambil membawa pedang cinta, hehehehe...." berbisik-bisik

Balas Kak Andi kepada Bang Iwan "Hihihi...., biarkan sajalah, bro.... ia sedang menunjukan jiwa-jiwa seorang seniman untuk mengumpulkan kreativitasnya untuk Tuhan, hihihi...." berbisik juga


   Saat Husain menggambar suatu tokoh tersebut, Bang Iwan dan Kak Andi langsung menoelnya dari belakang dan menyapanya :

Sapaan dari Bang Iwan "Hello Husain...." dari belakangnya

Dan sahut Husain "Iya bang...!, ada apa nih?" menengok kebelakang

Kak Andi berucap "Itu... gambarmu bagus sangat itu, sein...!" 

Lanjut Bang Iwan "Iya bro..., gambarmu itu cakeup amat, benar kata Ko Andi...." 

Balas Husain pula "Hehehehe...., iya sih, tetapi masih bagusan juga yang punya si pembuat anime Fairy Tail, koko...., hehehehe...." sambil melanjutkan gambarnya

Dan ujar Bang Iwan dan Kak Andi "Tetapi..., sama sajalah, bro.... Ente mesti bangga ama pemberian dari sang Allah Juruselamatmu itu, sein...." menepuk tangannya

Kemudian Husain membalas lagi "Iya koko..., semuanya ini ane mesti syukuri apa yang Dia berikan macam hal ini, hehehehe.... mantap juga, puji Tuhan....!" dengan bangganya

   Pas sore harinya yang mendekati waktu malam, tepat jam 17:59 sore, seluruh anggota komunitas ini segera membuatkan makanan hangat, berupa jagung bakar dan daging kambing bakar, serta minuman hangatnya, berupa susu hangat, kopi hangat, teh hangat, juga cokelat hangat secara bersama-sama :

Ujar Nadya "Wahahai..., tampaknya makanan kita mirip makanan di pantai saja" sambil membakar jagung dan daging kambingnya

Sahut Subhan "Iya dik...!, apalagi kalau di gunung macam ini, tempatnya dingin, yaa.... menurutku masih nyambung-nyambung saja...." sambil mengambil arangnya

Lanjut Marisca "Hihihi....., sama juga sih, menurutku" dengan mengoleskan jagung bakarnya dengan mentega yang masih baru beli kemarin

Ujar Subhan kepadanya "Hmmm...., Marisca, Marisca...." memanggil

Dan sahutan hangat dari Marisca "Iya kak...?" 

Titah Subhan "Tolong panggilkan Husain, Eva, ama Kesya kesini dong, please yaa dik!" menepuk bahunya dengan lembut

Jawab Marisca sambil berjalan kearah tenda "Siap kakak...!, saya panggilkan yaa...."


   Lalu seorang Marisca pun memanggilkan mereka bertiga, Kak Eva, Kesya, dan Husain yang masih di dalam tenda peristirahatannnya tersebut, dengan memakai toa atau alat pengeras suara. Terus mereka bertiga ini bergegas untuk keluar dari tendanya masing-masing, dan segera berkumpul bersama dengan teman-teman komunitas yang sedang membuatkan makan malamnya. 

Titah Pak Henky "Kak Eva, Kesya, dan Husain.... Tolong bantuin kami bakar-bakar jagungnya dong" sambil membakar daging kambingnya

Dan balas Kak Eva "Oke Pak Henky, saya yang bagian bakar-bakar jagung sama dagingnya yaa...." sambil bantu-bantu bakar jagungnya 

Lanjut Kesya "Aku bantuin teman-teman bagian yang seduhkan minuman hangatnya yaa...." menyeduhkan minuman hangatnya

Terus Husain berkata "Kalau ane bagian bakar-bakar arangnya, juga oleskan minyak tanahnya yaa...." menyiapkan beberapa arang dan minyak tanahnya yang dijadikan sebagai bahan bakar membuat hidangan malamnya 

Bang Iwan pun membantunya "Ohh Husain, gua bantuin elo bakar-bakar arangnya yaa, boleh?" sambil membakar arangnya


Dan sahut Husain "Iya bang, silahkan saja" mengoleskan minyak tanah kearah arangnya


   Pada jam 18:50 malam, makanan dan minuman mereka sudah matang, mereka pun memulai acara makan malam bersama-sama, dengan hangatnya dan sebelum itu mereka juga telah langsung mematikan apinya "Wuzzhhh....!!". Pertama mereka tidak lupa untuk berdoa syukur atas pemberian rizki yang Tuhan berikan, dan usai berdoa, mereka ini siap makan bersama-sama tanpa ada yang kekurangan. Sedangkan tim patroli polisi kehutanan Gn. Rinjani, mereka turut makan malam juga sambil berjaga-jaga pada daerah perkemahanan para pendakinya, dengan memakai senjata api jenis assault rifle SKS, automatic shotgun Mossberg 930, juga jenis sub machine gun PPsh 41. tim patroli tersebut tidak hanya menjaga perkemahan suatu grup komunitas ini saja, melainkan juga kepada pendaki-pendaki lainnya, terutama orang-orang warga kenegaraan asing yang baru pengalaman memasuki tanah air Indonesia ini.  

   Usai makan malam bersama, pada jam 19:08 malam para anggota komunitas ini segera melanjutkan aktivitasnya sampai pada jam 20:00 malam. 

Ucap Nathanael "Kalau malam begini, bagusan kita bermain bulu tangkis bareng koko sih, menurutku...." mempersiapkan sebuah badminton dari tangan kanannya

Dan ujar Kak Andi "Hmmm...., kalau menurut koko sih, kurang seru Nathanael" duduk dengan meluruskan kakinya

Balas Nathanael "Ya sudahlah, kita keliling-keliling daerah perkemahan saja ko..., bagaimana?" dengan tersenyum senang

Kata seorang Kak Andi "Iya bro..., boleh sajalah!" tersenyum pula

  Kak Andi dan Nathanael segera mengitari semua daerah perkemahannya dengan santai dan menikmati kesejukan dari angin malam daerah Gn. Rinjani tersebut "Tap...., tap...., tap....", mereka tidak hanya berdua saja, mereka juga mengajak Subhan dan Husain untuk bereksplorasi menikmati karya ciptaan Tuhan, sang Allah penciptanya. Dengan asyiknya mereka mengitari semua perkemahan yang lainnya dengan bersenang hati. 

Kata Nathanael "Huaahh..., betapa bahagianya kita berempat mengeksplorasikan seluruh perkemahan para pendaki gunung ini, yaa koko....!" berjalan santai

Ujar Kak Andi "Hehehe... ada-ada saja kau, Nathanael, iya iyalah.... Kita kan mesti berbahagialah dalam Tuhan, atuh...!" berjalan santai

Lanjut Subhan "Yap benar, kata Andi...., kita sebagai anak-anak Tuhan, jangan sampai kita depresi karna berbagai macam semua persoalan hidup kita masing-masing...." berjalan santai

Dan sorak Nathanael "Yeeiii, Koko Subhan mantap abis juga, yaa...." bersorak bahagia

Balas Subhan "Iya yaa..., kau juga mengasikan amat di dalam hidupku ini, Nathanael!, hehehe" berjalan santai

Nathanael pun bergumam lagi "Wah, wah, wah... Itu si Koko Husain lagi ngapain yaa ko...? Beliau tetap berdiam santai sambil foto-foto kemana saja tuh" memujinya

Dan ujar Subhan "Biarlah dik, mungkin beliau hobinya berfoto-foto kali...." merangkul Nathanael

Ujar Subhan kedua kali "Beliau itu kan orang yang berkreativitas tinggi, jadi... kita sebagai para junior Tuhan semestinya... Hmm... bangga ama beliau walau pendiam tetapi jiwa kreativitasnya tinggi, iya ngga Dik Nathanael...?" merangkul Nathanael dan Kak Andi juga

Lanjut Kak Andi "Iyalah Ko Subhan, gitu dong Nathanael...." bercanda

Ujaran dari Nathanael "Iya koko...., hehehehe....!!" tertawa bahagia

Kata Subhan "Baguslah kalau begitu...., jangan terburu-buru lah kita berjalan mengitari daerah perkemahan ini, santai sajalah!" merangkul keduanya

   Pada jam 20:00 malam, semua anggota komunitas ini segera menuju ke tempat perkemahannya masing-masing, dan tak ada satupun anggota yang salah memasuki tenda tersebut serta  tak ada lagi yang masih di luar sebab untuk esok hari selasanya, mereka mesti berjalan bersama-sama untuk melakukan pendakian ke puncak Gn. Rinjani dimulai jam 04:00 pagi. Di dalam tenda pria : 

Ucapan doa Subhan "Tuhan Yesus, Rabb Juruselamat kami...., untuk esok harinya kami siap menjalani agenda kegiatan pendakian menuju ke Gn, Rinjani, berikanlah hati kami yang sedia selalu dalam menjalankan tugas yang Engkau berikan kepada kami, yaa Tuhan Yesus, Allah Juruselamat kami, seperti apa-apa yang Engkau rancangkan, lebih dari apa yang kami rancangkan selalu, amen...." dengan hati yang tulus

Dan ujar semuanya "Amen...., dalam nama Tuhan Yesus, amen....." dengan suara yang pelan

   Lalu sedangkan di dalam tenda wanita, mereka juga melakukan hal yang sama pula, namun berbeda topik doanya kepada Tuhan, Allah penciptanya :

Ucapan doa Kak Eva "Tuhan Yesus, Allah kami.... berikanlah kami suatu kekuatan dan kecerdasan dalam menjalani agenda pendakian yang kami lakukan pada esok selasanya, bukan yang sesuai kehendak kami, melainkan dengan kehendakMu-lah kami berserah penuh selalu, amen...." dengan tulus hati pribadi pula


Lalu ujar semuanya "Amen, dalam nama Tuhan Yesus...." bersamaan


  Tertidurlah mereka semuanya dengan tenang dan lelap "Zzzzzzz...", sedangkan tim patroli polisi kehutanan, mereka terus tetap semangat dalam menjalani tugasnya, dengan bersenjata lengkap, agar seluruh daerah perkemahan ini tetap stabil dari gangguan hewan-hewan buas, orang-orang penjahat yang berkeliaran pada malam hari, juga faktor alam yang terkadang suka berubah-rubah "Drap...., drap...., drap....", ini seluruhnya karena kemurahan kuasa dan kasih karunia Tuhan, Allah pencipta Yang Maha Esa yang selalu menjaga hambaNya agar tidak terganggu oleh sesuatu hal-hal yang tidak diinginkannya. 

   Saat waktu memasuki jam 04:00 pagi, telah memasuki hari selasa, komunitas ini segera bangun dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan pendakian menuju puncak Gn. Rinjani, usai itu mereka langsung saja melakukan pendakiannya dengan instruksi yang jelas oleh Pak Henky, dengan seksama tanpa ada seorang pun yang mementingkan diri sendiri "Tap...., tap...., tap....", selama komunitas ini melangkah dalam pendakiannya, mereka tak lupa memuji kebesaran kuasa dan karunia nama Tuhan yang mereka junjung tinggikan dengan lagu rohani yang berjudul Here I Bow : 



Where would I run
But to the throne of mercy
Where would I kneel
How great the love
But at this cross of grace
Beautiful, so beautiful
How strong the hand that holds us

In all things, for all my life
So here I bow to lift You high
Jesus be glorified
There is a King who bore the scars of healing
I am Yours, forever Yours

There is a Son who came in grace and truth
God here and now, be lifted high
How great the love that carries us to kindness
Wonderful, You’re wonderful
I am Yours, forever Yours

Right here and now, be glorified
God of Heaven and Earth
God who brought me back to life
I am Yours, forever Yours

Sow here I bow to lift You high
Jesus be glorified
In all things all of my life
I am Yours, forever Yours

Right here and now, be glorified
God heaven and earth
God who brought be back to life
I'am Yours, forever Yours

I am Yours, forever Yours

Usai menyanyikan lagu Here I Bow secara seksama, mereka juga takkan hentinya untuk memuji muji kebesaran Tuhan dengan lagu selanjutnya, Karna SalibMu versi Bahasa Indonesia tanpa ada keluhan dalam hati mereka :

Hanya Kau Tuhan di hidupku 
Kau berikan hidup yang baru 
Darah-Mu menyucikan pulihkan hatiku 
Kunyatakan Kau-lah s'galanya 

Engkaulah sumber pengharapan 
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan 
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu 
Yesus Kau-lah segalanya 

Kar'na salib-Mu kuhidup 
Kar'na salib-Mu kumenang 
Engkau yang berkuasa 
Sanggup 'tuk melakukan 
Mujizat-Mu di hidupku 

Engkaulah sumber pengharapan 
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan 
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu 
Yesus Kau-lah segalanya 

Kar'na salib-Mu kuhidup 
Kar'na salib-Mu kumenang 
Engkau yang berkuasa 
Sanggup 'tuk melakukan 
Mujizat-Mu di hidupku 

   Akan tetapi Tuhan memberikan jalan yang lain dalam perjalanan pendakian mereka disini, saat waktu memasuki jam 04:30 pagi, Subhan dari belakang langsung menyusul teman-temannya yang ada di depan "Tap..., tap..., tap..., tap...", bahkan sampai Kak Andi dan Pak Henky yang ada di posisi paling depan pun akhirnya tersusul pula, kali ini Subhan yang menjadi jawaranya pada saat hiking di pagi buta seperti ini, 

Oceh Subhan "Huaaahhh..., Praise the Lord!, akhirnya saya yang paling duluan, nih..." sambil mendaki gunung

Lalu sorakan semuanya "Widiihh..., mantap jiwa, Puji Tuhan...! tetap semangat yaa..." sambil berjalan santai saat mendakinya

Dan ujar Husain "Saya juga sama donk, kak...! Sama-sama jago hiking, kan!?" merangkulnya

Balas Subhan "Yes!, that's all right, Husain... Kita mendaki duluan berdua saja...!" berjalan agak cepat namun santai 

Ucap Husain "Okay kalau begitu...!" rangkulan

   Kemudian Subhan mendaki di posisi yang paling depan bersama dengan Husain "Tap..., tap..., tap..., tap...", sedangkan teman-teman lainnya pada rela saja di salip walau dengan izin yang disetujui sama teman-temannya. Selama pendakian, mereka berdua ini tidak lelah-lelahnya untuk memuji dan menyembah Nama Tuhan saat hiking, 


Tuhan tak pernah janjiLangit selalu biruTetapi dia berjanjiSelalu menyertai

Tuhan tak pernah janjiJalan selalu rataTetapi dia berjanjiBerikan kekuatan

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaSaat hati menyembah

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya

Tuhan tak pernah janjiLangit selalu biruTetapi dia berjanjiSelalu menyertai

Tuhan tak pernah janjiJalan selalu rataTetapi dia berjanjiBerikan kekuatan

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaSaat hati menyembah

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaSaat hati menyembah

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya

Jangan pernah menyerahJangan berputus asaMujizat tuhan adaBagi yang setia dan percaya

Mujizat tuhan ada Bagi yang setia dan percaya


  Sedangkan teman-teman lainnya pada menyanyikan lagu Allah Sumber Kuatku secara bersama-sama lagi, tanpa lelah, justru kelelahan mereka pas mendaki inilah yang akan terkuraskan oleh pujian dan penyembahan mereka, 


Kami memuji kebesaranMu

Sungguh besar
Kau Allah ku
Kami memuji kebesaranMu
Sungguh besar
Kau Allah ku
Sungguh besar
Kau Allah ku
Hanya Kau milikku di surga

Tiada yang ku ingini di bumi,
Hanya Kau
Tak ku andalkan kekuatanku
Namun, yang pasti Kau tetap s'lamanya

Allah, sumber kuatku,

Allah, sumber kuatku
Allah, sumber kuatku
Dan bagianku s'lamanya


Selamanya


Hanya Kau milikku di surga
Tiada yang ku ingini di bumi,
Hanya Kau
Tak ku andalkan kekuatanku
Namun, yang pasti Kau tetap s'lamanya 
Allah, sumber kuatku,

Allah, sumber kuatku
Allah, sumber kuatku
Dan bagianku s'lamanya


Selamanya

Allah, sumber kuatku,

Allah, sumber kuatku
Allah, sumber kuatku
Dan bagianku s'lamanya


Selamanya



Chapter 4
Batu Ajaib dari Sembalun ditemukan!


  Pada jam 05:00 pagi, sesampainya di puncak Gunung Rinjani, seorang Subhan ingin buang air terlebih dahulu sebelum menunggu kedatangan teman-teman komunitas rohaninya pada jam selanjutnya. 

Titah Subhan "Bro Husain..., Kak Subhan ingin buang air besar ke goa kecil yang di bawah puncak gunung itu dulu, yaa..., kalau anda ingin ngobrol dengan para turis disini, silahkan... Jangan lupa lihat-lihat teman komunitasnya yaa..." sambil kebelet buang air

Sahut Husain "Iya kak...!, saya laksanakan!" sambil minum air putihnya

  Subhan pun akhirnya bisa buang air besar dan kecil pada suatu lubang goa yang kecil, luas bagian ruangan dalamnya, juga tersembunyi bagi banyaknya orang-orang, dan Husain pun bisa ngobrol-ngobrol dengan para turis di puncaknya "Blaa..., blaa..., blaa...". Lalu kemudian saat Subhan ingin meninggalkan gua tersebut, tiba-tiba ada sesuatu yang menyilaukan di belakangnya walau tanpa harus dinyalakan dengan sebuah senternya "Criiinggg....", terus ia kembali masuk pada goa tersebut untuk menghampiri batu tersebut dengan jalan pelan-pelan "Tap...., tap...., tap....", ia pun langsung mendapatkan batu tersebut dengan tangan kanannya yang telah dibersihkan dari hadasnya, 

   Satu menit setengah kemudian, ia meniliti batu ini dengan serius, apakah ini batu permata, jamrud, safir, rubi, atau pegasus?, 

Oceh Subhan "Ini batu apaan yaaahhh....!?, apakah ini batu permata...?, atau pegasus...?, kalau menurutku sih..., batu biru dari Sembalun ini..., pasti batu safir kan?" sedang meneliti dan penasaran

  Ternyata dugaan Subhan kurang tepat, karena batu permata biasa tidak akan mengeluarkan seberkas cahaya yang begitu menerangkan untuk satu ruangan lubang goa ini, akan tetapi ia tidak lupa berdoa dan bertawakal/berserah kepada Tuhan, Allah Bapa pencipta dan memohon secara tulus hati minta petunjutk Syafaat Roh KudusNya, apakah ia boleh mengambil batu ini atau tidaknya?, sebab batu ini sangat mahal, bahkan lebih mahal ketimbang batu berharga biasanya yang dikumpulkan menjadi satu. Kemudian Tuhan berilham kepada hati dan pikiran Subhan, walau tidak seperti kepada para mesias utusanNya, 

Titah IlhamNya "Subhan, juniorKu... Ambilah batu bercahaya warna biru dari Desa Sembalun itu...!, Batu itu kepunyaan seorang juniorKu, Petrenko, karena ia paling setia mengikuti janjiKu dari kalangan etnis Afro-Russian saat menjalankan Misi Amanat Agung dalam pengajaran mengikut Tuhan kepada orang-orang Sembalun yang rindu bertemu denganNya, tanpa keluh kesah dalam menghadapi tantangan kehidupan...."di dalam hati Subhan

Tanya Subhan "Petrenko...?, kira-kira siapakah beliau sesungguhnya, Tuhan, Allahku...." bertanya kepada Tuhan di dalam hatinya sambil menangis terharu

Jawab IlhamNya "Mintalah kepadaKu, hikmat tuntunan Roh KudusKu, agar batu ini bukanlah membawa kutuk dan laknat karena iblis dan anteknya, setan-setan kaum roh jahat bagi kehidupanmu,Subhan, dan seluruh orang-orang percaya di dalamKu, melainkan menjadi berkat dan ridhaKu, Bapa Ilahimu, Subhan, juniorKu, dengan Subhan tidak menyerah dalam menegakkan Misi Amanat Agung kasihKu kepada sesamamu, Subhan, dengan pula berjuang menjauhi dosa dan maksiat!, temukanlah beliau, Petrenko, juniorKu yang saleh itu dengan gadget pada saku celanamu itu, Subhan!, baik lewat sosmed Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya karena menjalankan Amanat AgungKu, bukan karena popularitas dunia, ingatlah itu, Subhan, juniorKu....." di dalam hati Subhan lagi

Ucapan Subhan "Terima kasih Tuhan Yesusku..., Engkau sungguh baik bagi kami, umat manusia" sambil menangis terharu dan berajang-ajang meninggalkan goa tersebut karena sebentar lagi waktu akan memasuki sun rise

   Pada jam 06:00 pagi, sun rise pun mulai datang terbit dari bagian ufuk timur, seluruh anggota Community of Love ini segera berdoa secara masing-masing, dan Kesya pun membagikan makanan bekal dan minum air putihnya tanpa pamrih dan berharap pujian manusia, 

Ujar Kesya "Ini roti dan air untukmu Pak Henky..., untukmu Kak Eva..., untukmu Bang Iwan..., untukmu Nadya..., untukmu Nathanael dan Marisca..., untukmu Ko Andi..., Husain juga..., dan yang terakhir untukmu, Kak Subhan, jagoan kita semua....!" sambil membagikan makanan bekalnya 

Ucap Subhan "Okay thanks, Kesya...!, kamu suka berbagi tanpa pilih-pilih teman...!, itulah kasih tauladan Tuhan yang sesungguhnya" sambil meminum air putihnya

Tawa semuanya "Puji Tuhan...., kita semuanya bisa menikmati kasihNya, bagaikan sun rise yang indah di ufuk timur!" 

  Sambil menikmati sarapan pagi, mereka semua ini berkumpul bersama di atas puncak Gunung Rinjani yang amat dingin ini, dengan pujian penyembahan kepada Tuhan Yesus, Sang Firman Allah yang Maha Perkasa dan Mulia pakai sebuah lagu I'am Here dengan gitar accousticnya, 


Ku ada s'bab anugrahMuKu ada karna kasihMuTuhan Yesus ku bert'rima kasihBuat kasih rahmatMu
T'rima kasih YesusYesus t'rima kasihHanya anugrahMu buat hidupku sekarangKu kan memujiMu selamanya

I'am here because of your graceI'am here because of your love

Lord Jesus, I'am so thankfulFor your grace abounds to me
Thank you Jesus, Jesus, JesusThank you JesusIt's only by your grace, that I could live today Forever I will praise Your name
Forever I will praise Your name


   Usai pendakian, secara singkat batu ajaib ini segera dikembalikan kepada si pemiliknya, Petrenko lewat alamat sosmed Facebook, dan kemudian komunitas CooL ini dijanjikan oleh kehendak dan kuasa Tuhan Yesus Kristus, dengan banyaknya penuaian jiwa-jiwa yang luar biasa dalam Desa Sembalun, dan batu tersebut akan menjadi suatu gambaran berkat dan ridhaNya yang Maha Indah, bukan karena agama kristennya, juga bukan karena batu ajaib tersebut pula, melainkan hanya karena kasih anugerah Tuhan Yesus Kristus lewat mengasihi sesama manusia disitu. 



"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?, Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

(Matius 7:7-11)


Bangkitlah,  menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

(Yesaya 60:1-3)



Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

(Matius 22:37-39)