Manusia Setengah Kumbang Goliath!
By
: Husain Umar AR.
Tokoh
:
Kak Eko
Ketua
OSIS di SMA Kuncup Harapan yang berasal dari keturunan seseorang panglima
tentara yang memiliki badan kekar berotot keras seberti batu, kulit putih,
hidung mancung, berumur 17 tahun, pintar memahami tentang politik, hukum dan
militer, namun ia bersikap yang sangat belagu, songong, tukang sogok, dan
korupsi.
Kak
Faiz
Siswa ketua
komunitas pecinta musik gitar di SMA Kuncup harapan yang memiliki postur
sedang, badan kurus, berkulit putih bersih, cerdas, dan bersikap dermawan
kepada seluruh teman sekolahnya yang berumur 17 tahun, serta memiliki model
rambut yang berwarna kuning seperti orang-orang Eropa dari sejak lahir.
Kak
Rizka
Siswi
ketua komunitas ahli kimia SMA Kuncup Harapan yang berpostur agak montok,
berumur 17 tahun, suka berkerudung, kulit putih campur merah, dan bersikap agak
tegas namun berperasaan.
Kak Shanji
Siswa ketua
dari suatu komunitas pecinta bahasa Rusia di SMA Kuncup Harapan yang memiliki
postur standard, badan tinggi, kuning kulitnya, dan gesit cara bersosialisasi
kepada orang-orang, serta berumur 17 tahun.
Zaidan
Siswa anggota komunitas bela diri Kateda di SMA Kuncup Harapan yang suka pacaran
dengan Melati yang berpostur sedikit kuntet, berkulit kuning, mata sipit, dan
berambut keriting, umur 16 tahun, serta berbadan kurus.
Melati
Siswi
provokator yang memicu aksi demo Gebyar SMA di kota Rangkasbitung yang berkulit
kuning, postur standard, umur 16 tahun, serta memiliki bakat olahraga basket di
SMA Kuncup Harapan.
*******
Sesi
I
Pembahasan
Gebyar SMA Se-Rangkasbitung
Pada suatu hari
di kota Rangkasbitung, dan latar waktunya pada jam 13:00 siang, seluruh
anak-anak di lingkungan SMA Kuncup Harapan tersebut dipulangkan karena ada
pembahasan tentang acara Gebyar SMA kota Rangkasbitung yang akan dibicarakan
oleh sang walikota.
Sang Walikota : “Assalamu’alaikum
Warohmatullahi wabarokatuh…!”
Seluruh Guru dan
Anggota OSIS : “Wa’alaikumsalam Warohmatullahi wabarokatuh…!”
Sang
Walikota : “Yak..!, hari ini saya akan memberikan sebuah pengumuman untuk
acara gebyar SMA di kota Rangkas disini, boleh…?”
acara gebyar SMA di kota Rangkas disini, boleh…?”
Bu
Kepala Sekolah : (Dengan ramah) “Ya..!, silahkan saja, bapak…”
Sang
Walikota : “Baik.., makasih banyak ibu kepala sekolah…, acara gebyar SMA kota
Rangkas ini akan dimulai pada tanggal 11 Desember 2016..!”
Rangkas ini akan dimulai pada tanggal 11 Desember 2016..!”
Kemudian seluruh
anggota OSIS dan para komunitas siswa-siswi yang lainnya pun pada bersorak
dengan bahagia.
Seluruh
Anggota OSIS dan Komunitas Siswa Lainnya : “Hore…!”
Bu
Kepala Sekolah : (Menenanginya) “Sssht…!, udah dulu yaa.., murid-muridku
yang
pintar dan budiman…, sekarang kita dengarkan penjelasan dari
bapak walikota Rangkasbitung ini dulu, oke..!?”
pintar dan budiman…, sekarang kita dengarkan penjelasan dari
bapak walikota Rangkasbitung ini dulu, oke..!?”
Kak
Faiz, Kak Rizka, dan Kak Shanji : “Iya bu..!”
Dan
seterusnya sang walikota tersebut kembali meneranginya.
Sang
Walikota : “Jadi.., acara gebyar tersebut untuk senantiasa kita sebagai warga
kota
Rangkasbitung bisa bersaing dengan warga kota lainnya dengan secara
sehat dan baik, serta menjadi kota yang paling berkualitas dimata
orang-orang lain..!, oleh karena itu saya memohon diantara kalian
semuanya untuk mengikuti lomba-lomba yang kami daftarkan disini..!”
(Sambil memegang naskah daftar acara Gebyar SMA itu)
Rangkasbitung bisa bersaing dengan warga kota lainnya dengan secara
sehat dan baik, serta menjadi kota yang paling berkualitas dimata
orang-orang lain..!, oleh karena itu saya memohon diantara kalian
semuanya untuk mengikuti lomba-lomba yang kami daftarkan disini..!”
(Sambil memegang naskah daftar acara Gebyar SMA itu)
Para
Anggota OSIS dan Guru-Gurunya : “Iya pak..!”
Dan usai rapat
Gebyar SMA se-kota Rangkasbitung itu, kemudian Kak Eko, sang ketua OSIS tersebut diberi kepercayaan oleh sang walikota Rangkas itu.
Sang
Walikota : “Hai kakak OSIS..!”
Kak
Eko : “Iya…, ada apa bapak..!?
Sang
Walikota : “Saya memohon anda tolong titipkan uang-uang saya ini yang sebesar
Rp.15.000.000.00,- ini kepadamu…!”
Rp.15.000.000.00,- ini kepadamu…!”
Kak
Eko : (Agak munafik) “Iya pak.., dengan anda menitipkan uangnya kepada
saya,
dijamin nggak akan hilang..!”
dijamin nggak akan hilang..!”
Sang
Walikota : (Dengan menepuk pundaknya) “Oke..!, makasih banyak yaa kakak
OSIS
yang baik hati…”
yang baik hati…”
Kak
Eko : “Iya pak..!, sama-sama…”
Pas pulang dari
sekolahnya, ia langsung mengurung diri di kamarnya untuk menghitung uang
titipan dari sang walikota tersebut.
Kak
Eko : “Hmm…, duit titipan ini banyak sekali, fufufu…!” (Berniat jahat)
Lalu ia segera
ambil setengah persennya dari uang titipan dari sang walikota tersebut sebesar
Rp15.000.000.00,- itu dengan rasa bangga yang berlebihan, dan ia pun akhirnya menggunakan uang
titipan sebesar Rp7.000.000.00,- tersebut untuk membeli satu botol serbuk ganja
ke sebuah usaha bandar narkoba yang tinggal di kota Lampung, dan seterusnya ia
pakai juga untuk bermain game online di warnet sepuasnya.
Dan saat bulan
depannya, hari Jum’at, dan pukul 10:50 siang, seluruh siswa-siswi sekolah SMA
Kuncup Harapan pada pulang menuju kerumahnya masing-masing “Kriingg…!!”.
Kak
Eko : (Tawa jahat) “Hihihi..!, setelah gue jajan pake duit gede itu…,
saatnya gue
ganti the big of money-nya dengan sebesar Rp8.000.000.00,- yang udah gue
tabungkan lewat wesel ini..!” (Sambil menghitung uang titipan tersebut)
ganti the big of money-nya dengan sebesar Rp8.000.000.00,- yang udah gue
tabungkan lewat wesel ini..!” (Sambil menghitung uang titipan tersebut)
Tiba-tiba muncullah
dua adik kelasnya tersebut langsung di depan pandangannya “Set!”.
Adik
Kelas I : “Permisi kak…!”
Kak
Eko : “Iya dik.., ada apa sih…!?”
Adik
Kelas I : “Kakak bisa mendapatkan duit sebesar macam itu dari mana, kak…?”
Adik
Kelas II : “Iya kak..!, kakak orang kaya, yaa..”
Kak
Eko : “Iya dik.., saya memang orang kaya…!, kan saya ini cucunya Panglima
TNI..!”
TNI..!”
Adik
Kelas I dan II : “Hah…!?, memang kakak cucunya Panglima TNI, yaa…!?”
Kak
Eko : “Iya cuk.., hebatkan kakak OSIS ini…?!”
Adik
Kelas II : (Agak curiga) “Ya…, kakak sangat hebat…!, tetapi kakak nggak
bohong
kan kalo kakak punya uang sebanyak itu dari warisan kakeknya…”
kan kalo kakak punya uang sebanyak itu dari warisan kakeknya…”
Kak
Eko : (Berbohong) “Hmm.., ya iyalah dik…, semua uang ini merupakan
warisan dari
leluhur gue, dan kalo saja uang ini hasil pencurian.., yang ada dikejar-kejar
polisi, lalu gue udah nggak ada disekolah ini, Hehehe…!”
leluhur gue, dan kalo saja uang ini hasil pencurian.., yang ada dikejar-kejar
polisi, lalu gue udah nggak ada disekolah ini, Hehehe…!”
Adik
Kelas II : “Ssshht…!, udahlah kalo begini kami mau pulang dulu, yaa…!”
Kak
Eko : (Menepuk pundaknya) “Oke bro..!, tetapi kalian hati-hati di jalan…!”
Adik
Kelas I dan II : “Iya kak…!” (Tersenyum)
Kedua siswa adik
kelas 1 SMA Kuncup Harapan tersebut akhirnya pulang dengan tenang menuju
kerumahnya masing-masing “Tap.., tap.., tap..”. Dan seterusnya Kak Eko
pun segera memasuki uang korupsi sebesar Rp8.000.000.00,- itu pada tas
ranselnya “Sret..!”.
Kak
Eko : “Huff.., untung gue nggak dicurigai ama mereka…!” (Dengan sombong)
*******
Sesi
II
Demo
Gebyar SMA se-Rangkasbitung Dimulai!
Pada malam
harinya, ia memakan nasi goreng dengan sosis kambing, dan sayur selada yang
menjadi menu makan malam dirumahnya sambil tersenyum licik serta dengan
menuliskan sebuah naskah pidato untuk acara gebyar SMA tersebut.
Kak
Eko : (Menuliskan naskah pidatonya) “Kalo dengan begini saja.., gue
pasti menang
di acara gebyar SMA nich, udah gue menjadi ketua OSIS lagi, hehehe…!”
(Memakan nasi goreng dengan sosis kambingnya)
di acara gebyar SMA nich, udah gue menjadi ketua OSIS lagi, hehehe…!”
(Memakan nasi goreng dengan sosis kambingnya)
Usai
makan malamnya, ia langsung pergi ke kamarnya dan ia pun tertidur dengan lelap
sambil tengkurap “Zzz..!”.
Saat
bulan depannya, tanggal 11 Desember 2016, dimulailah sebuah acara Gebyar SMA
se-Rangkasbitung tersebut dengan meriah “Blaa.., blaa.., blaa..”. Kak
Faiz, Kak Shanji, dan Kak Rizka pun segera menemui Kak Eko yang sedang
berjanjian dengan sang bapak walikota itu.
Kak
Rizka : (Terbangun dari duduknya) “Oh iya Iz.., Nji.., dimana si Eko…?”
Kak
Shanji : (Menunjuknya) “Itu si Eko..!, lagi ngobrol ama bapak
walikota..!”
Kak
Faiz : “Ya sudahlah kita kesana saja, yuk…!” (Menepuk pundaknya)
Mereka bertiga
pun langsung saja menuju ke sang walikota tersebut dengan agak cepat untuk
memanggil Kak Eko untuk mendiskusikan soal perlombaan dalam acara gebyar itu.
Dan kemudian saat ia berjanjian dengan sang walikota, tiba-tiba ada suara
teriakan dari ketiga teman-teman terbaiknya. Hal tersebut membuat sang walikota
ingin tahu.
Sang
Walikota : “Eko.., siapa tiga orang itu. Apakah mereka temanmu…?” (Bertanya)
Kak
Eko : (Menjawab dengan lantang) “Iya bapak..!, mereka itu teman saya…”
Sang
Walikota : “Sekarang kamu kesana dulu sajalah.., temanmu itu sudah memanggil-
mu berkali-kali…!”
mu berkali-kali…!”
Kak
Eko : “Oke pak.., saya duluan…!”
Dan kemudian Kak
Eko pun langsung berjalan menghampiri ketiga teman terbaiknya.
Kak
Eko : “Ada apa, Ris…!?”
Kak
Rizka dan Shanji : “Lomba pidato sebentar lagi akan dimulai…!”
Kak
Eko : “Iya Nji.., Ris.. Tadi gue latihan baca pidato di depan pak walikota dulu…!,
biar hasilnya elite dan berkualitas, yaa kan Faiz..!”
biar hasilnya elite dan berkualitas, yaa kan Faiz..!”
Kak
Faiz : “Oh iya donk…, pokoknya semoga saja sekolah kita yang juara…!”
Semuanya
: (Dengan bersorak) “Amin..!”
Lalu acara
gebyar tersebut telah dimulai pada jam 09:00 pagi, seluruh siswa-siswi SMA satu
kota Rangkasbitung itu pada berkumpul di suatu lapangan yang begitu luas
seperti padang gandum “Blaa…, blaa…, blaa…”.
Mereka berempat
yang sempat berdiskusi untuk mencapai kemenangan yang memuaskannya, kini mereka
harus berjuang sendiri-sendiri demi mengharumkan nama baik SMA Kuncup Harapan,
yaitu dengan menghadiri semua perlombaan yang mereka minati pada hari ini.
Terutama Kak Eko, ia telah menghadiri perlombaan membaca pidato dengan suaranya
yang merdu dan lembut, sehingga membuat hati para lovers-nya pada terikat
kepadanya.
Dan pada hari
keduanya, Kak Eko dan ketiga teman-teman terbaiknya menghadiri lomba pentas
seni musik band yang beraliran musik Rock. Dengan memiliki suara yang
keras dan menggetarkan satu kota tersebut. Itupun juga membuat hati para
lovers-nya terikat lagi dengan kehebatan bakat seni musik tersebut.
Sesampainya pada
hari ketiga, yaitu hari pengumuman para juara yang meraihkan sebuah prestasi
atas acara gebyar itu, jatuhnya pada tanggal 11 Desember 2016, ketiga
teman-teman terbaik Kak Eko tersebut, seperti Kak Riska, Kak Shanji, dan Kak
Faiz telah mengharumkan nama baik SMA Kuncup Harapan untuk satu kota
Rangkasbitung, karena mereka sudah menjadi sosok juara satu yang terbaik atas
acara gebyar itu.
Sang
Juri : “Baik!, sekarang hari ini adalah hari pengumuman para juara atas acara
Gebyar SMA se-Rangkasbitung, dan sekarang saya sebutkan sosok juara
yang terbaik ini, yaitu ada sebuah grup musik Rock yang kemarin telah
dipentaskan oleh Kak Eko dan kawan-kawan dari SMA Kuncup Harapan..!”
Gebyar SMA se-Rangkasbitung, dan sekarang saya sebutkan sosok juara
yang terbaik ini, yaitu ada sebuah grup musik Rock yang kemarin telah
dipentaskan oleh Kak Eko dan kawan-kawan dari SMA Kuncup Harapan..!”
Para Loversnya :
“Hore…!!, hidup Kuncup Harapan..!, hidup Eko…!”
Lalu
diberikanlah piala emasnya kepada mereka berempat masing-masing dari sang
jurinya. Namun kecuali ada seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi juara satu
bakat pidato dan musik Rock-nya tapi malah membuat nama baiknya hilang.
Sang Juri : “Oke…,
tadi Kak Eko meraihkan juara satu atas lomba pentas seni musik
Rock bersama teman-teman terbaiknya, yaa kan Eko…!?”
Rock bersama teman-teman terbaiknya, yaa kan Eko…!?”
Kak Eko : (Dengan
sombong) “Iya bu.., sayalah juara dari segalanya, teman-teman…!”
Mendengar hal
itu membuat si Melati dan kawan-kawanya pada kesal dan muak atas kemenangan Kak
Eko, sang ketua OSIS nya sendiri.
Melati
: (Dengan kesal) “Apa-apaan sih si Eko…!, bisa-bisanya meraih juaranya
dengan
cara curang, dasar cowok nggak tahu malu..!”
cara curang, dasar cowok nggak tahu malu..!”
Zaidan
: (Ingin tahu) “Memangnya ada apa sih, Mel dengan Kak Eko..?”
Melati
: “Kakak OSIS itu mah…, harusnya nggak bakalan jadi juara satu…!, kalo dia
nggak bermain sogok-menyogok terhadap bapak walikota kita, Dan..!, tetapi
malah udah takdirnya dia juara dengan kalung berlian sogokannya, bego…!”
nggak bermain sogok-menyogok terhadap bapak walikota kita, Dan..!, tetapi
malah udah takdirnya dia juara dengan kalung berlian sogokannya, bego…!”
Zaidan
dan semua teman-temannya : “Yaa udahlah.., kita demo aja tuh orang, dengan
spanduk kita masing-masing yang dibawa dari
rumah usai pemberian piala berlian kepada Kak
Eko yang sombong itu…”
spanduk kita masing-masing yang dibawa dari
rumah usai pemberian piala berlian kepada Kak
Eko yang sombong itu…”
Melati
: (Berbisik-bisik) “Oke Dan.., gue berterima kasih banyak kepada loe..,
semoga
dengan aksi demo ini kita akan menang di pengadilan…!”
dengan aksi demo ini kita akan menang di pengadilan…!”
Semua
teman-temannya : (Berbisik-bisik) “Amin…!”
Tak lama
kemudian sang jurinya pun memberikan Kak Eko sebuah piala berlian yang lebih
berharga dibandingkan beberapa uang miliyaran rupiah, dan reaksi seluruh
siswa-siswi yang menghadiri acara Gebyar SMA se-Rangkasbitung langsung muncul
secara tiba-tiba.
Melati
: “Woi..!!, ibu juri lomba gebyar..!, turunkan Kak Eko sang diktator sekolahan
itu..!!”
itu..!!”
Zaidan
: “Yang meraih juara I lomba pidato itu harusnya Kak Shanji…!!, bukan diktator
sekolahan itu..!!, yuk kita sama-sama turunkan Kak Eko si manusia setengah
kumbang goliath itu…!!, takbir…!”
sekolahan itu..!!, yuk kita sama-sama turunkan Kak Eko si manusia setengah
kumbang goliath itu…!!, takbir…!”
Para
Temannya : “Allahu Akbar…!, serbu…!!”
Seluruh
siswa-siswi SMA se-kota Rangkasbitung tersebut segera berjalan menuju ke sebuah
panggung gebyar itu dengan bergerombol sambil mengucapkan takbirnya, dan saat
itu semua para guru dan body guard bersenjata Kak Eko langsung menghadangnya di
depan Kak Eko, dan ia pun segera menembaki ke atas udara dengan pistol D-Eagle
itu.
Body
Guard I : (Menahan dorongan dengan senapannya) “Heh adik-adik…!, bubar
kalian..!!, cepat bubar dari sini, atau kami akan tembak kalian semua…!!”
kalian..!!, cepat bubar dari sini, atau kami akan tembak kalian semua…!!”
Body Guard II : “Adik-adik
nggak bisa begitu, donk..!, Kak Eko jelas peraih juaranya..!!”
(Sambil menendang Melati dan kawanan siswa-siswi itu)
(Sambil menendang Melati dan kawanan siswa-siswi itu)
Zaidan
: “Kami ini bukan siswa pendemo, pak..!!, melainkan kami ini kelompok jihad
melawan sang manusia setengah kumbang goliath macam si ketua OSIS itu..!!”
melawan sang manusia setengah kumbang goliath macam si ketua OSIS itu..!!”
Melati
: “Iya..!, karena dia memang tukang korupsi sekligus dia telah menyogok sang
bapak walikota kita semua dengan satu kalung berlian itu..!!, demi ia dijadikan
sang juara dalam lomba pidato dengan secara tidak halal..!!” (Dengan TOA)
bapak walikota kita semua dengan satu kalung berlian itu..!!, demi ia dijadikan
sang juara dalam lomba pidato dengan secara tidak halal..!!” (Dengan TOA)
Zaidan
: “Dan juga dia telah menjatuhkan derajat Kak Shanji yang seharusnya menjadi
juara I lomba pidato dalam bahasa Rusia dengan kalung berlian yang busuk itu,
kata-kata si Melati ini adalah 100% nyata..!!”
juara I lomba pidato dalam bahasa Rusia dengan kalung berlian yang busuk itu,
kata-kata si Melati ini adalah 100% nyata..!!”
Lalu
para guru dan kepala sekolahnya pun memenanginya.
Para
Gurunya : “Iya.., iya.. Kami juga tahu kalau kalian semua itu benar…!, tetapi
kalian
semua mengapa dengan melakukan hal macam begini saat di dalam acara
gebyar ini…?, ini sama dengan mengacaukan kedamaian kota ini…”
semua mengapa dengan melakukan hal macam begini saat di dalam acara
gebyar ini…?, ini sama dengan mengacaukan kedamaian kota ini…”
*******
Sesi
III
Ketua
OSIS Berhasil Ditangkap!
Para
Kepala Sekolah : “Yaa benar kata bapak ibu guru sekalian…, tetapi kenapa engkau
juga ketua OSIS, Kak Eko…, menjual harga dirimu sebagai laki-
laki yang tampan dengan sekalung berlianmu kepada sang bapak
walikota untuk dijadikan sang juara pidato acara gebyar demi
kesuksesanmu sendiri…?” (Dengan kecewa)
juga ketua OSIS, Kak Eko…, menjual harga dirimu sebagai laki-
laki yang tampan dengan sekalung berlianmu kepada sang bapak
walikota untuk dijadikan sang juara pidato acara gebyar demi
kesuksesanmu sendiri…?” (Dengan kecewa)
Lalu
Kak Eko pun berkata dengan kesal terhadap seluruh siswa-siswi yang mendemonya.
Kak
Eko : (Dengan mikrofonnya) “Untuk kalian siswa-siswi SMA Kuncup Harapan,
mengapa kalian selalu ingin senangnya mencari-cari keburukan ketua OSIS
nya sendiri…!, itu sama saja dengan pengkhianatan, tahu!!, kalian saja yang
memfitnah gue…!”
mengapa kalian selalu ingin senangnya mencari-cari keburukan ketua OSIS
nya sendiri…!, itu sama saja dengan pengkhianatan, tahu!!, kalian saja yang
memfitnah gue…!”
Seluruh
siswa-siswi yang terlibat di acara gebyar tersebut pada menyolotnya, terutama
yang bersekolah di SMA Kuncup Harapan. Lalu Kak Eko, ia pun segera menyuruh
para siswa pendemo itu untuk menunjukan bukti-bukti yang sesungguhnya.
Kak
Eko : “Kalo kalian semua yang merasa 100% benar..!, coba tunjukan
bukti-buktinya
bahwa gue suka korupsi, dan juga suka nyogok pak walikota untuk dijadikan
sang juara lomba pidato kesini…!!” (Dengan kasar)
bahwa gue suka korupsi, dan juga suka nyogok pak walikota untuk dijadikan
sang juara lomba pidato kesini…!!” (Dengan kasar)
Tetapi reaksi
para siswa-siswi yang mendemonya tersebut semakin memperolok-oloknya dengan
menyolotnya lagi dengan menimbulkan dampak yang lebih parah. Pada sesaat itu
sang jurinya pun langsung menenangi seluruh kawanan siswa-siswi dengan bersikap
yang lebih halus supaya konflik tersebut bisa diredakan dengan baik.
Sang
Juri : (Dengan halus) “Halo adik-adik sekalian..!, saya harapkan kalian
semua
tenang terlebih dahulu…!, kalo dengan begini terus, tak akan ada habisnya..”
(Memakai mikrofonnya)
tenang terlebih dahulu…!, kalo dengan begini terus, tak akan ada habisnya..”
(Memakai mikrofonnya)
Para
Siswa-Siswi : “Iya bu…!”
Sang
Juri : “Adik-adik sekalian diharapkan bubar dulu karna dengan begini kalian
bisa
mengganggu keamanan masyarakat di sekitarnya, jadi saya harap para guru,
OSIS dan seluruh kepala sekolah di satu kota ini yang memproses Kak Eko
yang ganteng ini, yaa…!” (Meredamnya)
mengganggu keamanan masyarakat di sekitarnya, jadi saya harap para guru,
OSIS dan seluruh kepala sekolah di satu kota ini yang memproses Kak Eko
yang ganteng ini, yaa…!” (Meredamnya)
Para
Siswa-Siswi : (Dengan sangat brutal) “Iya bu…, kami akan bubar saat
ini..!, tetapi
kalo dia nggak cepat-cepat diadili ke makamah, kami tak segan-
segan membunuh Kak Eko si manusia setengah kumbang goliath
itu..!!, mengerti nggak bu..!!?” (Memakai TOA)
kalo dia nggak cepat-cepat diadili ke makamah, kami tak segan-
segan membunuh Kak Eko si manusia setengah kumbang goliath
itu..!!, mengerti nggak bu..!!?” (Memakai TOA)
Sang
Juri : “Iya…, iya… kami pihak guru, OSIS, dan kepala sekolah akan mengadili
sang ketua OSIS ini secara cepat, tanpa lelet…!” (Dengan mikrofon)
sang ketua OSIS ini secara cepat, tanpa lelet…!” (Dengan mikrofon)
Body
Guard I dan II : (Dengan tegas) “Sekarang kalian bubar dari sini…!,
cepetan…!!”
Terus kedua body
guard itu menembakan senapannya ke atas udara untuk menakut-nakuti kawanan
siswa-siswi tersebut “Dor..!, dor..!, dor..!”, dan seluruh kawanan
pelajar SMA itu langsung pulang kerumahnya masing-masing tanpa kecuali “Tap…,
tap…, tap…”.
Usai seluruh
kawanan siswa-siswi yang mendemo Kak Eko tersebut dibubarkan oleh pihak body
guard, dan seterusnya ia pun langsung diborgollah kedua tangannya kedepan oleh
kedua body guard nya untuk diadili ke makamah militer “Cring..!”. Dan
akhirnya sang ketua OSIS tersebut segera dibawa ke pihak polisi militer yang
terdekat.
Lalu bagaimana
dengan perasaan ketiga teman-teman terbaik Kak Eko dan sang kepala sekolah SMA
Kuncup Harapan tersebut..?
Kak
Shanji dan Kepala Sekolah : “Kalo saja negeri ini masih saja banyak orang yang
berbuat kehancuran macam itu…!” (Dengan pusing)
berbuat kehancuran macam itu…!” (Dengan pusing)
Kak
Riska dan Kak Faiz : (Dengan pusing) “Apa kata dunia…!?”
SELESAI